Ford Sesumbar Tetap Untung Meski Industri Terjun Bebas

Ford Motor Co sesumbar bahwa mereka masih bisa memperoleh keuntungan meskipun penjualan otomotif di Amerika Serikat (AS) anjlok hingga 30 %.

oleh Rio Apinino diperbarui 23 Mar 2016, 16:11 WIB
Ford Motor Co sesumbar bahwa mereka masih bisa memperoleh keuntungan meskipun penjualan otomotif di Amerika Serikat (AS) anjlok hingga 30 %.

Liputan6.com, Detroit - Ford Motor Co sesumbar bahwa mereka masih bisa memperoleh keuntungan meskipun penjualan otomotif di Amerika Serikat (AS) anjlok hingga 30 persen dalam satu tahun.

Ucapan ini ini dikatakan untuk merespon kekhawatiran para investor. Pasalnya, di pasar modal, saham Ford sudah turun 3,6 persen tahun ini. Banyak yang mengatakan bahwa hal ini adalah indikasi petaka sebagaimana yang terjadi tujuh tahun lalu. Saat itu, Ford harus menutup pabrik, mem-PHK ribuan pekerja dan menggadaikan aset.

"Kami pernah dalam kondisi buruk seperti saat ini," ujar Chief Financial Officer Bob Shanks, dikutip dari Bloomberg, Rabu (23/3/2016). "Tapi sekarang kami perusahaan yang sudah jauh berbeda," tambahnya.

Ia mengatakan, hitungan keuntungan ini diperoleh dengan memperhatikan faktor lain seperti biaya produksi yang lebih rendah, produk yang kuat, dan neraca perusahaan yang baik.

Shanks menambahkan, saat ini Ford bisa menyesuaikan produksi dengan sangat cepat. Ia mengaku bisa dengan mudah memotong biaya sebesar US$ 3 miliar di tahun pertama jika pasar benar-benar anjlok.

Shanks mencontohkan beberapa manuver perusahaannya untuk menyesuaikan output dengan permintaan. Misalnya, pemotongan kerja shift di pabrik di Michigan, serta membuat produk-produk tertentu di Meksiko di mana harga buruhnya lebih rendah.

Menurut laman Automotive News, tahun lalu Ford Motor Co menghasilkan laba bersih sebesar US$ 7,4 miliar. Bahkan, sebelum dikenakan pajak, Ford menghasilkan laba sebesar US$ 10,8 miliar. Sebelumnya mereka tidak pernah mencatatkan angka penjualan sebesar itu.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya