Liputan6.com, Manado: Kepolisian Resor Kota Manado, Sulawesi Selatan, hingga Jumat (29/11) terus memeriksa Deki Lao Pati, pemilik pabrik minuman merek Champion dan Pinarachi. Dia dituding telah memproduksi minuman keras yang telah menewaskan puluhan warga di Minahasa dan Manado, Rabu (8/11). Kepada polisi, Deki mengaku pabriknya telah disabotase pemilik usaha sejenis.
Kendati demikian, polisi sedang menyelidiki kandungan bahan campuran di dalam miras. Bahkan, polisi telah menyegel pabrik miras itu untuk pengembangan pemeriksaan. Sejumlah pekerja wanita memprotes penyegelan tersebut. Di hadapan petugas, mereka sengaja meneguk stok Champion untuk menunjukkan tak ada racun dalam miras itu.
Sejauh ini, zat methanol--zat mematikan bagi tubuh--sebesar 64,40 persen yang tercampur dalam Champion memang belum terbukti berasal dari pabrik Deki. Sementara korban kedua minuman keras itu terus bertambah. Korban terakhir adalah Jeny Amor, seorang ibu muda, warga Langowan, Minahasa [baca: Miras Mematikan Masih Beredar di Manado]. Sedangkan, tiga orang korban masih dirawat di Rumah Sakit Umum Manado.(KEN/Aldrin Arief)
Kendati demikian, polisi sedang menyelidiki kandungan bahan campuran di dalam miras. Bahkan, polisi telah menyegel pabrik miras itu untuk pengembangan pemeriksaan. Sejumlah pekerja wanita memprotes penyegelan tersebut. Di hadapan petugas, mereka sengaja meneguk stok Champion untuk menunjukkan tak ada racun dalam miras itu.
Sejauh ini, zat methanol--zat mematikan bagi tubuh--sebesar 64,40 persen yang tercampur dalam Champion memang belum terbukti berasal dari pabrik Deki. Sementara korban kedua minuman keras itu terus bertambah. Korban terakhir adalah Jeny Amor, seorang ibu muda, warga Langowan, Minahasa [baca: Miras Mematikan Masih Beredar di Manado]. Sedangkan, tiga orang korban masih dirawat di Rumah Sakit Umum Manado.(KEN/Aldrin Arief)