Top 3: Canda Sang Gubernur Saat Lihat Gerhana Matahari di Solo

Simak Top 3 Regional edisi Kamis pagi, 10 Maret 2016.

oleh Dewi DiviantaYudha MarutaFajar AbroriYoseph IkanubunDiterbitkan 10 Maret 2016, 06:35 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyaksikan fenomena alam gerhana matahari di Observtarium Pondok Pesantren Assalam, Solo.

Liputan6.com, Solo - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyaksikan fenomena alam gerhana matahari di Observtarium Pondok Pesantren Assalam, Solo. Di sela acara, Ganjar sempat bercanda bahwa proses gerhana tidak disebabkan dimakan buto.

Selain itu, berita mengenai wisatawan lokal ingin merasakan suasana Hari Raya Nyepi di Bali, turut menyita perhatian banyak pembaca di Liputan6.com, terutama kanal Regional hingga Rabu (9/3/2016) pagi.

Berikut berita-berita terpopuler yang terangkum dalam Top 3 Regional.

1. Canda Gubernur Ganjar Saat Lihat Gerhana Matahari di Solo

Penampakan gerhana matahari total saat terjadinya di Maba Maluku Utara, Rabu (9/3/2016). Ratusan peneliti dan wisatawan mendatangi kota di pinggiran Samudra Pasifik ini untuk melakukan penelitian dan pemotretan gerhana. (Liputan6.com/Anton William)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyaksikan fenomena alam gerhana matahari di Observtarium Pondok Pesantren Assalam, Solo. Ganjar pun berharap bahwa peristiwa alam yang langka itu bisa menjadi wisata sains.

Pantauan Liputan6.com, Rabu (9/3/2016) Ganjar tiba di Observatorium Assalam sekitar pukul 06.40 WIB. Ganjar yang datang mengenakan kostum olahraga sepeda itu pun langsun‎g masuk ke dom observatorium yang berisi teleskop.

Tak hanya itu, politikus PDIP itu juga langsung naik ke tangga untuk melihat proses terjadinya gerhana alam dengan menggunakan teleskop tersebut. Ia pun terlihat menikmati melihat proses terjadinya gerhana matahari. Bahkan, Ganjar pun bercanda kalau proses gerhana tidak disebabkan dimakan buto.

Selengkapnya baca di sini...

2. Wisatawan Lokal Ingin Rasakan Suasana Nyepi di Bali

Pawai ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi di Denpasar, Bali. (Liputan6.com/Yudha Maruta)

Seluruh aktivitas di Bali berhenti total pada pagi ini. Umat Hindu Bali pada hari ini merayakan Nyepi tahun baru Saka 1938.

Umat Hindu Bali akan melangsungkan Catur Brata Penyepian, yakni 4 pantangan yang dilakukan saat melaksanakan Tapa Brata Penyepian. Keempat pantangan itu adalah Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Lelungaan (tidak bepergian), Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang) dan Amati Karya, tidak bekerja.

"Keempat pantangan tersebut memiliki makna menghentikan seluruh aktivitas. Termasuk pengendalian nafsu yang digambarkan dengan Amati Geni, melepaskan diri dari pengaruh duniawi dengan tidak bersenang-senang dan tidak bekerja," ucap Jero Mangku Puaka, salah seorang pemuka di Gianyar, Bali, Selasa 8 Maret 2016.

Selengkapnya baca di sini...

3. Dua Bayi Lahir di Manado Saat Gerhana Matahari

Ibu yang sewaktu lahir dengan berat badan rendah memang rentan alami kejadian serupa kala dia melahirkan seorang bayi

Saat sebagian besar warga Manado, Sulawesi Utara, sibuk menyaksikan momen gerhana matahari sebagian yang terjadi pada Rabu 8 Maret 2016 sekitar pukul 08.00-10.00 Wita, Regina Mandey justru bergelut untuk membantu persalinan Indri Kakatua.

Sebagai perawat di Rumah Sakit Pancaran Kasih, Manado, dia harus membantu kelahiran 2 bayi laki-laki tepat saat gerhana matahari terjadi. "Proses kelahiran berjalan lancar. Tadi pagi sekitar pukul 09.40 Wita, kedua bayi dan ibunya dalam keadaan sehat," ujar Regina.

Orangtua bayi itu, Indri dan Slamet Hermanto belum menyiapkan nama untuk anak laki-laki mereka itu. "Belum ada nama," ujar Indri.

Bayi kedua yang lahir saat terjadinya gerhana adalah buah hati pasangan Indah Dungio dan Rafik Dasmele, warga Kecamatan Wanea, Manado.

Selengkapnya baca di sini...

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya