Perkuat Layanan, BlackBerry Caplok Perusahaan Keamanan Siber

Akusisisi ini disebut menjadi salah satu cara BlackBerry untuk semakin fokus pada layanan bisnis yang berbasis software.

oleh Agustinus Mario DamarDiterbitkan 02 Maret 2016, 18:37 WIB
Akuisisi Good Technology dinilai menjadi langkah BlackBerry untuk menaruh perhatian lebih terhadap pengguna Android di segmen enterprise

Liputan6.com, Jakarta - BlackBerry dikabarkan telah mengakuisisi perusahaan konsultan keamanan siber asal Inggris, Encription, pada pekan lalu. Akusisisi ini disebut menjadi salah satu cara BlackBerry untuk semakin fokus pada layanan bisnis yang berbasis software.

Mengutip informasi dari laman Reuters, Rabu (2/3/2016), setelah proses akuisisi ini, 40 profesional pada bidang keamanan siber di Encription akan segera bergabung dengan BlackBerry. Sayangnya, BlackBerry tidak mengungkapkan nilai akuisisi tersebut.

Head of Corporate Development BlackBerry, James Mackey menuturkan BlackBerry sangat senang dengan akuisisi ini. Menurutnya, lewat akusisi ini dua perusahaan dapat saling melengkapi dan tambahan yang bagus untuk portofolio perusahaan.

"Akusisi ini merupakan pengembangan yang lumrah dari bisnis yang kita lakukan saat ini," ujar Mackey. Selain itu, Mackey juga menuturkan akuisisi memungkinkan BlackBerry untuk menjual produk keamanan besutannya secara lebih luas.

Baca Juga

  • Situs Pemesanan Hotel Budget Standar Kini Hadir di Indonesia
  • McDonald's Garap VR Headset untuk Anak-anak
  • Cara Mematikan Auto-Correct di Google Keyboard Android

BlackBerry menuturkan layanan konsultasi dan alat baru dapat membantu klien mengidentifikasi ancaman keamanan siber terbaru. Tak hanya itu, terkait strategi dan penerapan standar keamanan untuk bertahan dari serangan siber juga disertakan dalam layanan perusahaan asal Kanada tersebut.

Sebelumnya, tahun lalu, BlackBerry telah membeli perusahaan pembuat software, Good Technology, dengan nilai US$ 425.

Tak hanya itu, sebelum kepastian pembelian Good Technology, BlackBerry disebut juga telah membeli sebuah perusahaan penyedia jaringan komunikasi, AtHoc, dengan nilai yang dirahasiakan.

Di lain sisi, lewat pembelian tersebut, BlackBerry memang disebut tengah meningkatkan pendapatan dari layanan dan software yang diriilsnya, sebab pendapatan yang berasal dari unit smartphone nyatanya terus menurun.

(Dam/Cas)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya