Mandi Setiap Hari Merusak Kulit?

Mandi seharusnya tidak dilakukan setiap hari, benarkah?

oleh Unoviana Kartika Setia diperbarui 02 Mar 2016, 10:00 WIB
Mandi seharusnya tidak dilakukan setiap hari, benarkah?

Liputan6.com, Jakarta Mandi merupakan cara paling sederhana untuk menjaga kebersihan tubuh. Namun para ahli berpendapat, kegiatan ini tidak seharusnya dilakukan setiap hari.

Menurut mereka, mandi setiap hari tidaklah sesehat yang dipikir sebelumnya. Bahkan, kegiatan itu dapat mengganggu kesehatan. Terutama dalam penggunaan sabun yang berlebihan, para ahli menyarankan untuk membatasinya.

"Anda tidak selalu membutuhkan sabun karena penggunaan terlalu sering bisa merusak kulit," kata pakar kulit dan asisten profesor dari University of California Dr Casey Carlos seperti dikutip dari Elitereaders, Selasa (1/3/2016).

Carlos menjelaskan, sabun bisa menghilangkan minyak dari kulit. Alhasil, kulit menjadi kering dan terasa kasar. Lapisan kulit terluar biasanya diisi dengan kulit mati.

Memang terdengar tidak sehat dan menjijikan, tetapi faktanya sel kulit mati justru melindungi lapisan kulit yang lebih dalam. Lapisan terluar juga terdiri dari lemak yang merupakan pelembap alami kulit.

Kulit secara alami memproduksi minyak untuk mencegah kekeringan. Selain itu, mekanisme itu juga untuk melindungi kulit dari infeksi, sebab bagian itu biasanya terdapat bakteri baik yang melindungi kulit.

Setiap kali mandi, fungsi dari mekanisme tadi akan berkurang. Semakin sering Anda mandi, semakin Anda harus mengucapkan selamat tinggal pada fungsi kulit yang luar biasa itu.

Terlepas benar atau tidak penelitian tersebut, mandi tetap diperlukan. Setidaknya untuk mengurangi debu dan kotoran yang menempel setelah beraktivitas sepanjang hari.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya