Liputan6.com, Jakarta: Jenazah Noordin M. Top masih berada di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Kepolisian telah selesai melakukan tes Deoxyribonucleic Acid (DNA) terhadap jenazahnya dan tiga jenazah lain yang tewas dalam penyergapan di Solo, Jawa Tengah. Meski tes DNA sudah selesai, Markas Besar Polri baru akan mengumumkan hasilnya besok. Demikian hasil pantauan SCTV, Jumat (18/9) petang.
Tes DNA diperlukan untuk memastikan apakah salah satu lelaki yang tewas tertembak itu merupakan Noordin, seperti hasil dari tes sidik jari sebelumnya. Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Susno Duaji mengatakan jenazah Noordin belum akan diserahkan kepada keluarga Noordin di Malaysia.
Menurut Susno Duaji ada sejumlah prosedur yang harus dipenuhi dalam proses serah terima jenazah. "Noordin kan orang asing. Diidentifikasi dulu, 100 persen dulu. Nanti kan pakai permohonan. Kan harus ada prosedurnya," ujar Susno Duadji. Dia tidak dapat memastikan kapan mayat gembong teroris yang suka menikah ini dapat diserahkan.
Tewasnya Noordin ternyata juga membuat Kampung Kepuhsari, Mojosongo, Solo mendadak terkenal. Banyak orang sengaja datang ke kampung ini untuk melihat lokasi terbunuhnya si gembong teroris. Tapi tak sedikit warga setempat trauma atas penggerebekan anggota Densus 88. Namun warga lega setelah polisi berjanji mengganti segala kerusakan.
Sementara itu jajaran Kepolisian Resor Lumahang mencopot puluhan spanduk dan poster bergambar Noordi. Penurunan poster kali pertama dilakukan di depan Mapolres Lumajang. Penurunan poster-poster Noordin akan diikuti seluruh polsek. Sedangkan poster tersangka Bagus Budi Pranoto alias Urwah dan Aryo Sudarso tidak dicopot hanya dicoret.(JUM/LUC)
Tes DNA diperlukan untuk memastikan apakah salah satu lelaki yang tewas tertembak itu merupakan Noordin, seperti hasil dari tes sidik jari sebelumnya. Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Susno Duaji mengatakan jenazah Noordin belum akan diserahkan kepada keluarga Noordin di Malaysia.
Menurut Susno Duaji ada sejumlah prosedur yang harus dipenuhi dalam proses serah terima jenazah. "Noordin kan orang asing. Diidentifikasi dulu, 100 persen dulu. Nanti kan pakai permohonan. Kan harus ada prosedurnya," ujar Susno Duadji. Dia tidak dapat memastikan kapan mayat gembong teroris yang suka menikah ini dapat diserahkan.
Tewasnya Noordin ternyata juga membuat Kampung Kepuhsari, Mojosongo, Solo mendadak terkenal. Banyak orang sengaja datang ke kampung ini untuk melihat lokasi terbunuhnya si gembong teroris. Tapi tak sedikit warga setempat trauma atas penggerebekan anggota Densus 88. Namun warga lega setelah polisi berjanji mengganti segala kerusakan.
Sementara itu jajaran Kepolisian Resor Lumahang mencopot puluhan spanduk dan poster bergambar Noordi. Penurunan poster kali pertama dilakukan di depan Mapolres Lumajang. Penurunan poster-poster Noordin akan diikuti seluruh polsek. Sedangkan poster tersangka Bagus Budi Pranoto alias Urwah dan Aryo Sudarso tidak dicopot hanya dicoret.(JUM/LUC)