Liputan6.com, Jakarta Malam puncak Academy Awards sebentar lagi bakal digelar. Para pemenang untuk masing-masing kategori bakal segera diumumkan.
Salah satu kategori yang menarik untuk ditelisik, adalah kategori Aktris Terbaik. Bila diperhatikan, jajaran aktris yang masuk dalam kategori ini berperan sebagai tokoh yang menjadi fokus utama film. Karakter-karakter mereka berdiri sendiri, tak lagi sebagai 'pelengkap' aktor utama dalam film.
Baca Juga
- Oscar 2016: Prediksi Pemenang Kategori Film Animasi Terbaik
- Dilarang di Indonesia karena G30S, Senyap Berpeluang Raih Oscar
- Cek Daftar Lengkap Nominasi Oscar 2016
Advertisement
Hasilnya, kita melihat banyak karakter kuat yang muncul dari kategori ini. Ini, membuat persaingan dalam memperebutkan gelar Aktris Utama terbaik, menjadi jauh lebih seru.
Bagaimana peta persaingan Aktris Terbaik dalam Academy Awards tahun ini? Liputan6.com mencoba mengupasnya.
Cate Blanchett
Cate Blanchett, Carol
Cate Blanchett adalah salah satu kandidat kuat dalam kategori ini, berkat performanya dalam Carol. Dalam film berlatar tahun 1950-an ini, ia berperan sebagai Carol Aird, seorang istri yang terperangkap dalam perkawinan yang tak bahagia. Carol kemudian menjalin hubungan intim dengan seorang wanita muda.
Para kritikus memuji kualitas akting yang ditampilkan Blanchett dalam film ini. Tim Robey dari The Telegraph misalnya, memuji Carol sebagai penampilan terbaik Blanchett sepanjang kariernya.
Blanchett adalah seorang aktris veteran yang tak bisa dianggap remeh dalam persaingan Oscar tahun ini. Ia telah tujuh kali menerima nominasi Academy Awards untuk Aktris Terbaik dan Aktris Pendukung Terbaik. Dua di antaranya, berhasil ia menangkan, yakni Aktris Terbaik untuk Blue Jasmine (2013), dan Aktris Pendukung Terbaik dalam The Aviator (2005).
Brie Larson
Brie Larson, Room
Brie Larson telah lama berkecimpung dalam dunia seni peran, namun baru perannya sebagai Ma dalam Room yang benar-benar melambungkan namanya. Kritikus film dari The Guardian, Peter Bredshaw, menyebutkan dengan aktingnya yang brilian, penonton dapat benar-benar merasakan emosi yang sesungguhnya dari karakter yang ia mainkan.
Tokoh yang dimainkan Larson memang tergolong berat, yakni seorang perempuan muda disekap oleh lelaki yang lantas menghamilinya. Room memperlihatkan pergulatan emosi Ma untuk memberikan kehidupan yang normal pada Jack, anak lelakinya, juga perjuangannya untuk kembali ke kehidupan normal.