Ahok: Pemerintah Tegakkan Aturan, Bukan Habisi Warganya

Ahok menegaskan masyarakat tak perlu takut dengan pemerintah jika tak melanggar hukum.

oleh Ahmad Romadoni diperbarui 23 Feb 2016, 14:59 WIB
Ahok bicara soal Gafatar

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan masyarakat tak perlu takut dengan pemerintah jika tak melanggar hukum. Sebab, kata Ahok, pemerintah hanya akan menindak warganya yang tak sesuai aturan.

"Pemerintah dikasih hak memegang senjata untuk menegakkan aturan, bukan menghabisi warganya. Kamu pun tidak perlu khawatir dengan pemerintah selama kamu ikut aturan. Selama kamu taat sama aturan kamu enggak perlu khawatir dengan negara, tapi kalau melawan petugas pasti kita akan kita ambil tindakan," ucap Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (23/2/2016).

Setiap kali penertiban sebuah kawasan, kata dia, tidak menutup kemungkinan terjadi perlawanan baik dalam bentuk bentrok fisik atau penolakan pindah. Namun pemerintah sudah memberikan solusi. Bukan dengan uang, tapi dengan memberikan rumah susun.

"Kenapa saya tutup uang kerohiman. Kalau dikasih uang dia bangun lagi, bangun lagi. Tapi kalau hanya kita tanggung anaknya sekolah, naik bus, dia mau usaha ini akan memperbaiki taraf hidupnya. Kita kayak orangtua didik anak. Kalau anak manja disogok uang terus ya tambah rusak. Kita bina mereka. Cuma yang biasa main ya tersinggung," kata Ahok.

Ahok menambahkan alasan kawasan ilegal kembali diduduki warga karena pembangunan dan revitalisasi yang dilakukan di kawasan itu terlambat dijalankan. Sehingga lahan dianggap tak terpakai dan kembali dikuasai warga, seperti di Kali Apuran

"Karena enggak dibikin sheetpile, karena PU Tata Airnya payah dulu dia balik lagi. Yang sudah ada sheetpile aja dia bangun rumah di atasnya," pungkas Ahok.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya