Pengalaman Mistis Petugas PMI Bandung Angkat Korban Kecelakaan

Namun, ketika malam hari menjelang pukul 24.00 WIB, tampak sosok seperti manusia melintas di lorong ruangan.

oleh Arie Nugraha diperbarui 12 Feb 2016, 07:04 WIB
Namun, ketika malam hari menjelang pukul 24.00 WIB, tampak sosok seperti manusia melintas di lorong ruangan.

Liputan6.com, Bandung - Kelalaian ternyata bisa mendatangkan petaka, sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat. Pengalaman mistis ini dialami petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung.

Para petugas didatangi arwah korban kecelakaan lalu lintas. Gara-gara, saat melakukan evakuasi korban yang saat itu tewas di tempat, tidak dimasukkan ke dalam kantong mayat. Melainkan hanya ditutupi kertas koran.

"Biasanya kita harus cepat bereaksi. Jadi saat mendapat informasi ada kecelakaan lalu lintas di kawasan Bandung Timur, petugas kita langsung menuju ke tempat kejadian. Tapi rupanya kantong mayatnya lupa terbawa," kata Kepala Bagian Penanggulangan Bencana PMI Kota Bandung Usep, Bandung, Jawa Barat, Kamis 11 Februari 2016.

Setelah mengevakuasi korban kecelakaan, siang itu sejumlah petugas piket PMI kota Bandung, kembali berkumpul di lantai 2 Markas PMI, Jalan Aceh, Bandung.

Namun ketika malam hari menjelang pukul 24.00 WIB, tampak sosok seperti manusia melintas di lorong ruangan, tempat para petugas piket berkumpul.

Sontak para petugas langsung melarikan diri, melihat bayangan itu. Karena sosok tersebut sangat mirip dengan korban kecelakaan hari itu.

“Karena kan pas evakuasi mayat korban, mau enggak mau, kita melihat langsung wajah dan anggota badannya yang berlumuran darah. Sebagian tubuhnya juga sudah tidak utuh,” kata Usep.

Biasanya, 2 atau 4 kantong mayat sudah tersedia di setiap mobil ambulans. Tetapi saat itu memang habis, usai menangani musibah terbakarnya pasukan khusus Angkatan Udara, akibat pesawatnya menabrak hanggar di Bandara Husein Sastranagara.

Sejak saat itu, para petugas PMI yang mendapatkan informasi kecelakaan lalu lintas, apalagi bencana, saling mengingatkan keberadaan kantong mayat sebelum mengevakuasi.

Jika terpaksa tidak ada, dengan berat hati Usep dan petugas PMI lain menggunakan kantong mayat bekas atau habis dipakai jasad korban lainnya. Tentunya sesudah dilakukan pencucian.


Ambulans Bergoyang

Tak hanya Usep, pengalaman mistis lainnya juga pernah dialami petugas lain, Kristin Munandar. Selama bertugas puluhan tahun di markas PMI Kota Bandung, ia kerap kali melihat kejadian tak wajar. Seperti, mobil ambulans bergoyang.  
 
“Ambulans itu kalau kebetulan terlihat oleh saya, kalau malam-malam suka bergoyang sendiri. Seolah-olah ada orang di dalamnya. Eh waktu dideketin, enggak ada orangnya,” kata Kristin, berlogat Sunda.

Meski kerap melihat pengalaman ganjil, Kristin menganggap hal yang wajar. Sebab, mobil ambulans yang sering bergoyang tersebut, merupakan kendaraan tetap untuk mengangkut korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Kristin percaya, bergoyangnya ambulans ini karena tidak pernah dibersihkan usai mengangkut mayat. Karena dari 8 ambulans yang dimiliki otoritas kemanusiaan ini, hanya 1 yang sering mengalami kejadian mistis.

“Enggak tahu ya. Kalau ambulans lain mah normal-normal saja. Mungkin keseringan ngangkut mayat,” ujar dia.

Peristiwa mistis lain yang kerap terjadi di markas PMI Kota Bandung, yakni penampakan sosok perempuan yang sering nongkrong di depan gudang logistik pada malam-malam tertentu.

Namun seluruh peristiwa itu, tidak menyurutkan petugas dan relawan PMI Kota Bandung, untuk tetap menjalankan kewajibannya, yaitu menolong sesama manusia tanpa pamrih.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya