Pencegahan Virus Zika Sama Seperti DBD Dengue

Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur Kornelis Kodi Mete mengatakan pola pencegahan virus Zika sama seperti demam berdarah dengue.

oleh Liputan6 diperbarui 10 Feb 2016, 14:41 WIB
Perusahaan farmasi asal Perancis, Sanofi SA akhirnya mengumumkan kesiapannya meluncurkan vaksin Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 2015

Liputan6.com, Jakarta Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur Kornelis Kodi Mete mengatakan pola pencegahan virus Zika sama seperti demam berdarah dengue.

"Pola pencegahannya sama seperti DBD yakni hidup sehat melalui pola 3M yaitu menimbun, menguras, dan menutup setiap tempat air dan sampah serta pengasapan jika dibutuhkan," kata Kornelis Kodi Mete kepada Antara di Kupang, Selasa.

Menurut dia, sejauh ini virus Zika belum masuk ke daerah itu, setelah Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menemukan virus Zika pada 2015 ketika meneliti sampel darah dari daerah endemi demam berdarah dengue di Jambi.

"Sampai saat ini kami dapat memastikan bahwa virus itu belum masuk ke wilayah NTT, tetapi upaya antisipasi terus dilakukan," katanya.

Dia mengatakan, Dinas Kesehatan di seluruh NTT telah diinstruksikan untuk terus melakukan sosialiasi, dan upaya antisipasi dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pola hidup sehat.

Mantan Bupati Sumba Barat Daya ini mengatakan gejala virus Zika sama dengan demam berdarah, sehingga masyarakat diingatkan untuk ikut berpartisipasi aktif dalam melakukan pencegahan.

Jika masyarakat merasakan adanya gejala penyakit ini, maka segera ke tempat layanan kesehatan untuk diperiksa agar tidak membawa dampak lebih buruk, katanya.

Dia menambahkan, upaya lain yang dilakukan untuk mencegah masuknya virus Zika adalah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memeriksa setiap WNI, terutama dari luar negeri.

"Kami akan koordinasi dengan pihak imigrasi di setiap bandara dan pintu masuk luar negeri seperti perbatasan RI-Timor Leste," katanya.

Namun menurut dia, tidak semua pendatang akan diperiksa. Pemeriksaan hanya dilakukan kepada pendatang dari sejumlah negara yang diduga merupakan basis endemik virus tersebut, katanya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya