Dalang Sepuh yang Bisa Meruwat Tampil Sambut Paku Alam X

Pentas Mangayubagya Paku Alam X bakal dipungkasi pentas wayang oleh dalang sepuh yang mampu meruwat.

oleh Yanuar H diperbarui 05 Feb 2016, 22:01 WIB
Dalang sepuh bakal pentas Mangayubagya Paku Alam x (Liputan6.com/Fathi Mahmud)

Liputan6.com, Yogyakarta - Kota Yogyakarta ramai dengan persiapan jelang Imlek. Di luar Imlek, ada acara Pentas Mangayubagyo Jumeneng Dalem Kanjeng Gusti Pangeran Adi Arya (KGPAA) Paku Alam X di lapangan Sewandanan Pakualaman, Sabtu 6 Februari 2016 besok.

Ketua panitia acara Widhihasto Wasana Putra mengatakan, acara ini digelar untuk memperingati dan mendoakan Paku Alam X dalam menjalankan tugasnya sebagai pengemban kebudayaan di Kota Yogyakarta. Acara dimulai sejak pukul 12.30 WIB hingga Minggu dini hari.

"Pentas ini semacam doa harapannya beliau PA X dapat membawa manfaat bagi warga Yogyakarta sebagai pengemban kebudayaan," ujar dia di Yogyakarta, Jumat (5/2/2016).

Hasto mengatakan, dalam pentas Mangayubagyo Jumeneng Dalem PA X ini akan dibagi dalam 4 sesi. Sesi pertama akan diisi pementasan seni tradisi seperti reog dan jathilan. Grup reog dan jathilan ini merupakan grup yang memenangkan lomba seni tradisi di Sleman dan Gunungkidul.


Pada sesi kedua akan digelar malam mocopatan dari komunitas Bambang Nur Singgih dan dari Pakualaman Pawiyatan Mocopat Sestro Mardowo.

"Sesi ketiganya akan ada pidato dari Kanjeng Gusti PA X dan pemberian penghargaan kepada lembaga komunitas yang mendukungna jumenengan kemarin sekitar 50 lembaga," kata dia.

Setelah itu bakal digelar pementasan wayangan semalam suntuk yang akan dilakukan dalang sepuh  Ki Simun Cermojoyo dengan lakon Semar Mbangun Kahyangan. Tema itu dinilai sesuai harapan agar Paku Alam X mengawali kiprah sebagai pengemban kebudayaan di masyarakat.

Hasto mengatakan dalang Ki Simun merupakan dalang yang senior dan biasa mementaskan lakon yang berat dan serius. Ki Simun merupakan dalang yang memiliki kemampuan untuk meruwat.

"Dalangnya dari Yogya. Beliau memiliki pengalaman dan pengakuan sosial dalang ruwat, biasanya disepuhkan dianggap senior. Beliau itu terbiasa melakukan ruwatan," ujar Hasto.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya