Naga Panjang dan Monyet Raksasa Meriahkan Imlek di Yogyakarta

Perayaan imlek itu juga akan dimeriahkan dengan penampilan naga liong batik sepanjang 150 meter.

oleh Yanuar H diperbarui 05 Feb 2016, 17:07 WIB
Barongsai meriahkan perayaan Imlek di Taman Safari Cisarua Bogor. (Liputan6.com/Bima Firmansyah)

Liputan6.com, Jakarta Dalam hitungan hari, masyarakat akan menyambut Imlek 2567. Di Yogyakarta, sejumlah agenda menarik disiapkan untuk perayaan yang akan berlangsung pada 18-22 Februari 2016.

Acara yang dipusatkan di Kampung Ketandan itu akan dimeriahkan dengan maskot monyet api raksasa. Maskot itu setinggi 2 meter yang dibuat khusus oleh perajin dari Kalasan Sleman. Maskot dibuat atas inisiatif Jogja Chinese Art dan Culture (JCACC).

"Tahun ini kan tahun monyet api. Jadi, kita keluarkan maskot sesuai dengan shio maskot itu," Ketua Bidang Karnaval Subekti Saputra di Balai Kota Yogyakarta, Kamis 4 Maret 2016.

Maskot berbentuk monyet api itu rencananya akan ikut diarak dalam karnaval yang digelar pada 21 Februari 2016. Dalam karnaval juga akan digelar lomba liong naga dalam Jogja Dragon Festival (JDF) yang memperebutkan piala raja.


Para peserta karnaval menyambut Imlek akan berjalan dari Jalan Malioboro hingga Alun-alun Utara. Mereka akan diiringi dengan musik yang direkam sebelumnya. Rute itu berbeda dari karnaval serupa tahun lalu yang berakhir di titik nol Yogyakarta.

"Karena sudah tahun lalu sudah tidak bisa menampung pengunjung," jelas Subekti.

Perayaan imlek itu juga akan dimeriahkan dengan penampilan naga liong batik sepanjang 150 meter. Namun, ia tidak bisa memastikan berapa panjang naga liong yang akan dikirab nanti.

"Konturnya di titik nol setelah jadi kan lebih melengkung kan makanya kita pilih alun alun biar agak bisa rata untuk perform," kata Subekti.

Bekti mengatakan, target peserta JDF maksimal 15 tim. Jumlah peserta lomba dibatasi karena slot untuk peserta karnaval untuk memeriahkan tahun baru China itu maksimal 27 peserta.

"Kalau lebih dari 27 peserta,  estimasi (selesainya) lebih dari jam 10 malam. Kita enggak boleh lebih dari itu," ujar Subekti.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya