JK: Peneliti Jangan Mengeluh Terus

JK minta peneliti melakukan inovasi dengan biaya terbatas.

oleh Silvanus Alvin diperbarui 01 Feb 2016, 11:24 WIB
Wakil Presiden RI, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla saat wawancara khusus dengan Tim Liputan6.com, Jakarta, Senin (19/10/2015). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta para peneliti dan periset agar tidak mengeluh terus menerus soal kurangnya anggaran, sehingga tidak mampu memberikan inovasi. Apalagi, lanjut dia, kondisi ekonomi saat ini sedang tidak stabil sehingga sulit memberikan alokasi dana lebih.

"Solusinya bukan mengeluh, tapi menerobos. Lingkaran setan kalau masing-masing mengeluh, malah akan terjadi penurunan," kata JK, dalam Rakernas Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) 2016, di Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, Senin (1/2/2016).

Menurut JK, jika bicara soal riset dan teknologi seharusnya para peneliti bisa berfikir bagaimana melakukan inovasi dengan biaya terbatas.

"Harusnya pola pikirnya dengan biaya segini, kita sudah hasilkan ini. Bukan mengeluh dan besok kita mengeluh lagi," tambah dia.

Apalagi, sambung JK, pemerintah tidak bisa meminjam dana ke negara lain. Sebab kondisi keuangan negara lain juga di ambang krisis.

JK ingin agar peneliti Indonesia mencontoh sikap peneliti di Cina dan Korea Selatan.

"Kembali lagi ke keluhan sama, yaitu biaya. Kalau pelajari negara maju, Korea Selatan dan China. Dengan dana yang ada, mereka mulai pengembangan dari teknologi dasar, misal teknologi tanaman, cara menanam," ujar JK.

Mantan Ketua Umum Golkar ini menuturkan peneliti tidak usah mengembangkan teknologi yang muluk-muluk. Ia menekankan agar pengembangan lebih difokuskan di industri generasi kedua atau tenaga motor dan industri generasi ketiga atau informasi teknologi (IT).

"Kita cukup fokus di industri 2 dan 3 saja, penting juga pikirkan industri ke 4 tapi nanti. Kalau semua dirobotkan atau drone, mau diapakan tenaga kerja kita," tegas JK.

Sementara, Menristekdikti M Nasir mengatakan, rakernas ini mengambil tema Membangun Sinergi Ristek dan Dikti untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa.

Selain itu, kegiatan akbar yang menjadi agenda tahunan ini dimaksudkan untuk menyusun berbagai langkah dan tindakan konkret Kemenristekdikti dalam menuntaskan program/kegiatan prioritas pada 2016 serta menyiapkan rancangan kebijakan dan program 2017 sebagai bahan Musrenbangnas 2016.

Rakernas ini digelar selama 2 hari. Pembicaranya antaralain, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Vice-Chancellor University Sains Malaysia Dato Dr Omar Osman, dan CEO Edwar Technology Warsito Purwo Taruno. Selain itu, digelar pula pameran ilmu pengetahuan hasil produk inovasi pro rakyat hasil kerjasama Kemenristekdikti.

Dalam acara ini, hadir pula Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Gubernur Banten Rano Karno.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya