Liputan6.com, Dili: Sebuah upacara formal digelar di Dili, Timor Leste, Ahad (30/8), tepat sepuluh tahun setelah warga Timor Timur memilih untuk melepaskan diri dari Indonesia. Upacara tersebut dihadiri antara lain oleh Gubernur Jenderal Australia Quentin Bryce yang datang mewakili negaranya.
Siang nanti, upacara selanjutnya akan digelar untuk memberikan sebuah medali kepada Mayor Jenderal Peter Cosgrove. Cosgrove yang telah pensiun adalah mantan pimpinan pasukan internasional penjaga perdamaian yang dimotori oleh Australia, yang bertugas di Timor Timur pascareferendum 30 Agustus 1999.
Seperti dilansir AFP, puncak acara peringatan 10 tahun pascareferendum hari ini akan diisi oleh penyanyi pop asal Indonesia, Krisdayanti. Sejumlah artis dari 13 distrik di Timor Leste juga akan tampil dalam perayaan.
Referendum yang dilaksanakan sepuluh tahun yang lalu itu melahirkan negara termuda di Asia, Timor Leste. Saat itu, 78 persen warga memilih untuk melepaskan diri dari Indonesia. Penduduk negara yang baru mandiri tersebut kemudian dilanda kemiskinan, dengan 40 persen populasinya berpendapatan kurang dari satu dolar per hari. Selain krisis ekonomi, negara tersebut kemudian juga dilanda krisis politik dan keamanan.(LUC)
Siang nanti, upacara selanjutnya akan digelar untuk memberikan sebuah medali kepada Mayor Jenderal Peter Cosgrove. Cosgrove yang telah pensiun adalah mantan pimpinan pasukan internasional penjaga perdamaian yang dimotori oleh Australia, yang bertugas di Timor Timur pascareferendum 30 Agustus 1999.
Seperti dilansir AFP, puncak acara peringatan 10 tahun pascareferendum hari ini akan diisi oleh penyanyi pop asal Indonesia, Krisdayanti. Sejumlah artis dari 13 distrik di Timor Leste juga akan tampil dalam perayaan.
Referendum yang dilaksanakan sepuluh tahun yang lalu itu melahirkan negara termuda di Asia, Timor Leste. Saat itu, 78 persen warga memilih untuk melepaskan diri dari Indonesia. Penduduk negara yang baru mandiri tersebut kemudian dilanda kemiskinan, dengan 40 persen populasinya berpendapatan kurang dari satu dolar per hari. Selain krisis ekonomi, negara tersebut kemudian juga dilanda krisis politik dan keamanan.(LUC)