Pertamina Direkomendasikan Kelola Blok East Kalimantan

Prioritas ini berdasarkan Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomor 15 Tahun 2015.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 27 Januari 2016, 10:38 WIB
Ilustrasi Perusahaan Minyak dan Gas Pertamina

Liputan6.com, Jakarta - Komite Eksplorasi Nasional (KEN) merekomendasikan PT Pertamina (Persero) mengoperasikan Blok East Kalimantan yang sebelumnya di bawah kendali Chevron Indonesia Company (CICO)‎.

Ketua KEN Andang Bachtiar mengatakan, prioritas ini berdasarkan Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomor 15 Tahun 2015‎. Pertamina mendapatkan prioritas untuk memiliki blok minyak dan gas bumi (migas) yang habis masa kontraknya dan blok migas baru.

‎"Ya tetap prioritas ke Pertamina. Karena kan di regulasinya seperti itu, di Permen 15 tahun 2015. Jadi silahkan aja. Tapi saya pikir Pertamina juga sudah menyatakan tertarik," kata Andang, seperti dikutip Rabu (27/1/2016).

Baca Juga

  • Chevron Tak Teruskan Kontrak di Blok East Kalimantan
  • Pemerintah Tawarkan 18 Blok Migas, Berminat?
  • Total Merawat si Tua Blok Mahakam Agar Produksi Tetap Optimal

Menurut dia, kandungan migas di Blok East Kalimantan tersebut masih bisa diandalkan. Namun untuk hitungan ekonomis masih tergantung dengan harga minyak yang lebih tinggi dengan biaya produksi.

"Saya nggak punya angkanya, tapi yang jelas masih ada. Ekonomis atau tidak tergantung harga minyak, harga gas. Artinya, kalau kita bicara cadangan yang sudah eksisting yang P1 atau B2 ya itu di Ataka juga ada, beberapa lapangan di selatan juga ada," tutur Andang.

CICO  memutuskan tidak memperpanjang kontrak Production Sharing Contract (PSC)  pengolahan Blok East Kalimantan (EKAL).

Chevron IndoAsia Business Unit Managing Director Chuck Taylor mengatakan, CICO tidak akan mengajukan perpanjangan PSC EKAL dan akan mengembalikan aset tersebut kepada pemerintah Indonesia pada 24 Oktober 2018.

"Kita bangga atas kemitraan yang kuat dengan masyarakat dan Pemerintah Indonesia serta berkomitmen untuk terus mendukung Indonesia mengembangkan sumber daya energi secara selamat, efisien dan andal," kata Taylor dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.(Pew/Nrm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya