Kontroversi Membesar, Tzuyu Twice Dapat Dukungan Netizen

Kontroversi yang disebabkan Tzuyu membesar, personel Twice itu mendapatkan simpati dari netizen.

oleh Desika Pemita diperbarui 20 Jan 2016, 18:15 WIB
Kontroversi yang disebabkan Tzuyu membesar, personel Twice itu mendapatkan simpati dari netizen.

Liputan6.com, Jakarta - Kontroversi yang dilakukan secara tak sengaja oleh personel girlband pendatang baru Twice, Tzuyu makin melebar. Tzuyu yang memegang bendera tanah kelahirannya, Taiwan dianggap pengkhianat Tiongkok. 

Semua itu terjadi saat personel Twice, Tzuyu, Mina, Sana dan Momo menjadi bintang tamu dalam variety show My Little Television. Di acara itu, artis asuhan JYP Entertainment tersebut ditanya mengenai status kewarganegarannya.

Tzuyu yang lahir dan besar di Taiwan langsung mengangkat bendera negaranya. Sementara, tiga rekannya yang lain memang warga negara Jepang mengacungkan bendera matahari terbit.

 Hal itu menjadi isu yang sangat besar karena status kenegaraan Taiwan masih abu-abu. Taiwan dianggap sebagai negara terpisah dan merdeka dari Tiongkok karena memiliki pemerintahan sendiri. Namun beberapa menyebut Taiwan adalah bagian dari Tiongkok.

Foto dok. Liputan6.com

Permintaan Maaf Tzuyu

Tuzyu bahkan sempat meminta maaf kepada warga Tiongkok dalam video singkat satu setengah menit. Di video itu, Tzuyu meminta maaf sambil membungkuk 90 derajat di depan kamera.

"Saya meminta maaf jika saya membuat warga Tiongkok marah. Bagi saya, Tiongkok hanya ada satu. Saya bangga menjadi warga Tiongkok," ujar Tzuyu dengan wajah sedihnya.

Aktor tampan Lin Gengxin, pernah bermain dengan Yoona `Girls Generation` dalam drama Mandarin.

Tzuyu yang lahir dan besar di Tiongkok mengacungkan bendera Taiwan. Tiga rekannya yang berasal dari Jepang mengangkat bendera berlambang matahari terbit. Kejadian itu disebut sebagai kontroversi Tzuyu.

Tuzyu sempat dikritik artis ternama Tiongkok karena tindakannya itu. Aktor tampan Lin Gengxin, pernah bermain dengan Yoona `Girls Generation`, memberikan kritik pedas terhadap Tzuyu.

"Dia pasti tak bisa menghapal naskahnya secara lengkap karena situasinya berubah menjadi hal yang tak terduga," ujar Lin Gengxin, diwartakan The Korea Herald.

Skandal Tzuyu Twice membuat penampilan beberapa artis JYP Entertainment dibatalkan. Namun pihak Tiongkok membantahnya.

Agensi yang mengasuh Tzuyu, JYP Entertainment sempat dituding sengaja menyuruh Tzuyu meminta maaf kepada publik. Namun JYP Entertainment membantah keras kabar tersebut.

"Tzuyu masih di bawah umur. Kami akhirnya mendiskusikan masalah ini dengan orangtua Tzuyu. Kami mengundang Tzuyu ke Korea untuk membicarakan ini semua. Kami tidak bisa membuat sesorang melakukan suatu tindakan tertentu. Semua yang dilakukan Tzuyu memang atas inisiatifnya," ujar wakil dari JYP Entertainment, diwartakan Naver.

Twice, girl band asuhan JYP Entertainment yang baru saja terbentuk melalui ajang pencarian bakat Sixteen.

Simpati dari Netizen

Rupanya hal yang dialami Tzuyu membuat penguna internet atau Netizen bersimpati. Tzuyu yang merupakan magnae--sebutan personel paling muda di sebuah group idol--dianggap terlalul dini menghadapi masalah sangat besar tersebut.

"Saya mendukung Tzuyu mulai saat ini. Awalnya, saya tak terlalu paham dengan masalah itu. Tapi Tzuyu makin terkenal dengan adanya kontrovers ini. Tzuyu akan menjadi bintang di Korea," cuit seorang pengguna medsos.

Twice, girl band asuhan JYP Entertainment yang baru saja terbentuk melalui ajang pencarian bakat Sixteen.

"Saya tak mengerti semua ini terjadi karena mengacungkan bendera? Saya akan menjadi penggemar Tzuyu mulai saat ini. Jangan terus menekan Tzuyu. Semangat untuk Tzuyu," akun [+21, -1] menambahi.

Netizen juga menyayangkan tindakan perusahaan besar LG yang langsung menarik foto Tzuyu dari pasaran. Padahal, Tzuju telah dikontrak menjadi bintang iklan. Tampaknya LG tak mau mengambil risiko karena kontroversi tersebut.

"Saya tak mengerti mengapa perusahaan besar sangat takut pada Tiongkok? Sejak kapan Tiongkok menjadi penentu nasib girlband? Lakukan saja sesuai dengan rencana. Padahal, Tiongkok juga menginginkannya," tulis seorang pengguna.(Des/Adt)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya