VIDEO: Mantan Anggota Gafatar Laporkan Hilangnya 8 Orang Keluarga

Ambarini mengaku 2 anaknya, Nur Fatimah Zahra (12) dan Rasyid Ali (9) sejak November lalu dibawa mantan suaminya.

oleh Liputan6 diperbarui 20 Jan 2016, 07:56 WIB
Ambarini mengaku dua anaknya, Nur Fatimah Zahra (12) dan Rasyid Ali (9) sejak November lalu dibawa mantan suaminya.

Liputan6.com, Depok - Ambarini, warga Gang Jerah, Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat mendatangi Mapolresta Depok, Jawa Barat. Ia melaporkan hilangnya 8 anggota keluarga termasuk 2 anaknya.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Rabu (20/1/2016), wanita yang pernah bergabung dengan Gafatar ini sebelumnya telah melapor ke Polresta Jakarta Selatan dan Polsek Pasar Minggu namun ditolak, bahkan Komnas Anak pun tak menghiraukan laporannya.

Ambarini mengaku 2 anaknya, Nur Fatimah Zahra (12) dan Rasyid Ali (9) sejak November lalu dibawa mantan suaminya Ammar alias Beni. Kedua anaknya dibawa ke Kalimantan untuk bergabung dengan Gafatar.

Tak hanya Ammar, kakaknya Beni, M Soleh juga bergabung Gafatar bersama istri dan 3 anaknya. Ambar pun berharap kedua anaknya bisa segera ditemukan.

Sebelumnya penyitaan bendera Gafatar dilakukan aparat kepolisian dari dalam rumah Defri Genta Purnama di Jalan Pandawa RT 05 RW 03, Tirtajaya, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

Penyitaan dilakukan usai laporan orang hilang yang disampaikan oleh salah satu kerabat Defri, Dian Mayasari. Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa Defri Genta Purnama beserta istri dan anaknya menghilang sejak awal Desember 2015.

Selain bendera Gafatar, sejumlah buku agama dan foto-foto juga diamankan polisi dari dalam rumah. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh oleh ajaran organisasi Gafatar maupun aliran sesat lainnya. Hingga kini Polres Depok menerima laporan 15 orang hilang dari 3 keluarga.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya