5 Pesepak Bola Dunia Ini Doyan Bikin Kontroversi

Bahkan para pemain ini tak sungkan berseteru dengan rekan setim.

oleh Antonius HermantoDiterbitkan 14 Januari 2016, 08:10 WIB
Mario Balotelli disebut-sebut akan kembali membela AC Milan (101 Great Goals)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam sepak bola hasrat ingin menang sering kali membuat pemain bermain dengan agresif. Namun, agresivitas pemain terkadang malah melupakan unsur sportivitas, dan berbuah kontroversi. 

Sejumlah pesepak bola papan atas dunia memiliki masalah emosional . Sifat temperamental para pemain bintang itu tidak jarang mereka perlihatkan di lapangan, yang malah merugikan tim sendiri.

Bukan hanya emosi terhadap lawan, sederet pemain juga punya riwayat berseteru dengan rekan setim mereka sendiri. Sikap tak peduli dengan kepentingan tim kerap diperlihatkan pemain yang memiliki masalah dengan temperamen ini.

Menariknya, daftar ini didominasi para pemain yang biasa beroperasi di lini depan. Sifat egois yang menjadi salah satu syarat bagi untuk para striker diyakini menjadi penyebab daftar pemain bertemperamen tinggi diisi penyerang-penyerang papan atas. 

Siapa saja mereka?


Tevez

Striker Argentina Carlos Tevez menendang bola untuk fans Boca Juniors sebagai rekrutan baru di stadion Buenos Aires, Argentina (13/7/2015). Ribuan Fans memadati stadion untuk melihat sang Bintang kembali ke Argentina. (REUTERS/Marcos Brindicci)

1. Carlos Tevez

Carlos Tevez adalah penyerang top Argentina yang sudah bertualang ke banyak klub. Kini Tevez bermain untuk tim masa kecilnya, Boca Juniors.

Sikap emosional Tevez kerap muncul bila ia sedang dalam kondisi tertekan. Salah satu yang paling mencolok adalah perseteruannya dengan manajer Manchester City, Roberto Mancini, pada 2011.

Tevez yang bersitegang dengan Mancini memilih untuk tidak bermain bagi The Citizens pada ajang Liga Champions kontra Bayern Muenchen. Akibatnya, The Citizens kekurangan pemain di lini serang dan harus mengakui keunggulan The Bavarians.

Sikap eks bintang Manchester United itu berbuntut pada jatuhnya sanksi uang sebesar 500 ribu pounds dari Manchester City. Tevez pun akhirnya lebih sering mengisi bangku cadangan sebelum akhirnya dijual ke Juventus pada 2013.


Barton

Gelandang Manchester City, Fernando (kiri) berusaha menghadang gelandang QPR Joey Barton saat Laga Liga Premier Inggris di Etihad Stadium, Minggu (10/5/2015). Manchester City menang 6-0 atas QPR. (Reuters/Andrew Yates)

2. Joey Barton

Prestasi pesepak bola Joey Barton nyaris tidak terdengar. Pemain Inggris yang kini memperkuat Burnley itu lebih sering terlibat insiden ketimbang meraih gelar.

Pria berusia 33 tahun itu dikenal emosional. Saat masih memperkuat Manchester City musim 2006/2007, Barton terlibat perkelahian dengan rekan setimnya, Ousmane Dabo, saat berlatih. Akibatnya Dabo harus mengalami cedera kepala.

Pada Desember 2007, tepatnya saat Barton memperkuat Newcastle United, ia harus masuk penjara akibat mengeroyok orang di jalan daerah Liverpool. Ia pun baru keluar penjara pada Juli 2008.

Satu insiden terjadi di ajang Liga Prancis musim kompetisi 2012/2013. Saat itu Barton yang sedang dipinjamkan ke Marseille mencoba memancing emosi bintang Paris Saint Germain, Zlatan Ibrahimovic. Barton tertangkap kamera sedang mencibir bentuk hidung Ibrahimovic yang terlalu mancung.

Lanjut Baca:

3. Antonio CassanoAntonio Cassano sempat menjadi rebutan klub-klub top Eropa di awal 2000-an. Setelah bersinar bersama Bari, Cassano tampil memukau di AS Roma, kemudian bergabung dengan Real Madrid, dan beberapa klub lainnya.Namun prestasi pria asal Italia itu sama besarnya dengan emosinya. Ia memiliki beberapa sikap yang tidak membuat timnya senang. Akibat sikap kontroversialnya, tak jarang klub lebih memilih untuk melepas mantan pemain AC Milan ini.  Pada Februari 2013, Cassano kepergok berkelahi dengan rekan setimnya di Inter Milan, Andrea Stramaccioni. Cassano juga sering melontarkan pernyataan yang menyerang pihak lain sehingga menimbulkan kontroversi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya