Karier Melatih Zidane: Sempat Tanpa Lisensi Kini Tangani Tim Inti

Dia menggantikan Rafael Benitez yang dipecat manajemen awal pekan ini.

oleh Rejdo PrahanandaDiterbitkan 05 Januari 2016, 11:15 WIB
Pelatih baru Real Madrid, Zinedine Zidane berpose dengan istrinya, Veronique dan Presiden Real Madrid Florentino Perez di stadion Santiago Bernabeu, Senin (4/1). Zidane menggantikan Rafael Benitez yang baru saja dipecat manajemen.(AFP PHOTO/GERARD JULIEN)

Liputan6.com, Madrid - Legenda Prancis, Zinedine Zidane, resmi jadi pelatih anyar Real Madrid. Sosok kontroversial di Piala Dunia 1998 ini menggantikan Rafael Benitez yang dipecat manajemen, Senin (4/1/2016). 

Melansir BTSport, sebenarnya karier melatih Zidane tidak terlalu istimewa, bahkan cenderung mengecewakan. Sebagai pemain, pria 43 tahun itu memang kenyang pengalaman dan gelar. Namun sebagai instruktur di pinggir lapangan, Zidane masih harus banyak belajar.

Baca Juga

  • Gantikan Benitez, Zidane Masuk Jajaran Pelatih Muda di Madrid
  • Dalam 13 Tahun, Real Madrid Pecat 12 Pelatih
  • Gantikan Benitez, Zidane Masuk Jajaran Pelatih Muda di Madrid

Zidane memulai kiprah menjadi pelatih Madrid pada November 2010. Ketika itu dia ditunjuk menjadi special adviser tim pertama. Tugas utamanya membuat para pemain, terutama pemain tengah, bisa bekerja lebih erat dengan tim.

Peran tersebut membuat Zidane lebih banyak terlibat di dalam tim. Pemain berdarah Aljazair ini ikut serta dalam rapat tim jelang pertandingan dan pertemuan dengan tim pertama.

Pada Juli 2011, Zidane mengumumkan naik pangkat menjadi direktur olahraga baru Madrid. Dua tahun kemudian, tepatnya 2013, dia terlibat langsung di dalam tim dengan menjadi asisten pelatih kepala Carlo Ancelotti.


Sempat Tanpa Lisensi

Karier Zidane pelan-pelan mulai menanjak setelah Madrid menunjuk mantan pemain termahalnya itu menjadi asisten pelatih Real Madrid Castilla (Real Madrid B). Di sini dia melatih langsung putranya, Enzo.

Namun dari situ, kontroversi mulai timbul. Pasalnya, Zidane tidak memiliki lisensi pelatih. Menurut Direktur Pusat Pembinaan Pemain Usia Dini Spanyol (CENAFE), Miguel Galan, Zidane dan Madrid Castilla menyalahi aturan dan melanggar kode etik nomor 104 tentang lisensi kepelatihan.

Foto dok. Liputan6.com

"Madrid mungkin salah satu klub sepak bola paling berpengaruh di dunia, tapi mereka juga harus mengikuti aturan yang ada. Bila tidak, maka kompetisi berjalan tak adil," kata Presiden CENAFE, Miguel Galan, ketika itu. 

Syarat untuk melatih tim B (junior) adalah punya lisensi pelatih level 3 nasional. Zidane sendiri diketahui belum punya lisensi tersebut. Walau menangani tim B, atau sering disebut Real Madrid Castilla, Zidane terdaftar sebagai asisten Sergio Sanchez. Namun CENAFE memiliki bukti kuat rekaman video yang memperlihatkan Zidane bekerja seperti pelatih kepala.

Lanjut Baca:

Karena kasus tersebut, Zidane menerima hukuman tiga bulan dilarang berada di bench pemain dari Direktur Kompetisi lantaran ia tidak memiliki lisensi melatih. Namun, sejak Mei lalu, Zidane telah mendapat Uefa Pro Licence. Artinya, kini tak ada masalah lagi bagi Zidane untuk melanjutkan kariernya di pinggir lapangan hijau.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya