Harga Pertamax CS Juga Turun pada 5 Januari 2016

Penurunan harga BBM non-subsidi berbarengan dengan penurunan harga BBM jenis Premium dan Solar.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 03 Jan 2016, 18:10 WIB
Pertamina mengklaim Pertalite memiliki keunggulan di sisi kualitas spesifikasi dan harga. Pertalite dengan kadar RON 90 lebih tinggi dari premium RON 88 tetapi harganya lebih rendah ketimbang Pertamax, Jakarta, Kamis (23/7/2015). (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) juga akan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi pada 5 Januari 2015. Penurunan harga BBM non-subsidi ini berbarengan juga dengan penurunan harga BBM jenis Premium dan solar. 

Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang menjelaskan, BBM non-subsidi yang bakal turun harga adalah jenis Pertalite, Pertamax 92, Pertamax Plus 95 dan Pertamina Dex. "Betul, akan turun harga pada 5 Januari 2016. Penurunannya sekitar Rp 200 hingga Rp 300 per liter," katanya, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Minggu (3/1/2016).

Lebih rinci, Bambang melanjutkan, penurunan harga Pertalite mencapai Rp 250 per liter. Semula harga Pertalite di angka Rp 8.200 per liter. Dengan penurunan tersebut, harga BBM terbaru produksi Pertamina tersebut menjadi Rp 7.950 per liter.

Untuk Pertamax, Pertamina akan menurunkannya sebesar Rp 200 per liter. Semula harga Pertamax di level Rp 8.650 per liter. Dengan penurunan tersebut, Pertamax akan dijual dengan harga Rp 8.450 per liter.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga BBM bersubsidi yang berlaku mulai 5 Januari 2015. Hal itu mempertimbangkan nilai tukar rupiah dan harga minyak dunia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menuturkan, harga Premium turun menjadi Rp 7.150 per liter dari harga semula Rp 7.300 per liter. Ia menyebutkan harga ekonomi Premium semula Rp 6.950. Pemerintah memungut dana untuk ketahanan energi sekitar Rp 200 untuk Premium. Dengan itu harga premium menjadi Rp 7.150 per liter.

"Kami simpan Rp 200 per liter dari premium untuk dipupuk jadi dana ketahanan energi untuk mengembangkan energi baru terbarukan," ujar Sudirman, pada Rabu 23 Desember 2015 lalu.

Ia menambahkan, harga Solar turun menjadi Rp 5.950 per liter. Hal itu mempertimbangkan harga keekonomian sebesar Rp 5.650 per liter dan menambahkan dana pungutan untuk ketahanan energi Rp 300 per liter. Harga baru solar menjadi Rp 5.950 per liter dari harga sebelumnya Rp 6.700 per liter.

Ia menegaskan, harga Solar turun lebih besar mengingat Solar sebagian besar dikonsumsi untuk angkutan umum dan industri. Harga baru untuk Premium dan Solar itu mulai berlaku pada 5 Januari 2016.

"Pada 5 Januari 2016 harga BBM turun baik Solar dan Premium untuk memberikan kesempatan kepada para distributor dan SPBU, pengecer untuk menghabiskan stok berikan kesempatan Pertamina lakukan persiapan dan penataan sistem," jelas Sudirman.

Sudirman menuturkan, pihaknya telah meninjau harga BBM sejak Oktober 2015 terutama dengan mempertimbangkan 3 komponen utama, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Harga minyak dunia tersebut merupakan komponen terbesar. Selain itu, Sudirman mengatakan, Pertamina telah melakukan sejumlah langkah efisiensi mengingat BBM yang sebagian juga impor. Pertamina telah melakukan efisiensi dengan membubarkan Petral. (Pew/Gdn)*


**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini
**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya