Kapolri: Terlalu Riskan Libatkan Masyarakat Kejar Teroris Santoso

Warga sekitar dapat terancam keselamatannya bila perburuan kelompok Santoso dilakukan bersama-sama.

oleh Hanz Jimenez SalimDiterbitkan 29 Desember 2015, 18:39 WIB
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan halal bihalal dengan staf dan anggota Polri di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (22/7/2015). (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta - Jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan teroris Santoso hingga kini masih terus diburu polisi. Pengejaran kelompok yang diduga kuat masih berada Poso, Sulawesi Tengah, itu dilakukan melalui Operasi Camar Maleo.

Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengaku enggan melibatkan masyarakat setempat dalam pengejaran kelompok Santoso. Sebab, warga sekitar dapat terancam keselamatannya bila perburuan kelompok Santoso dilakukan bersama-sama.

Baca Juga

  • DNA Jasad Terduga Anak Buah Teroris Santoso Diidentifikasi
  • Teroris Kelompok Santoso Tetap Diburu Selama Natal dan Tahun Baru
  • Kejar Kelompok Santoso, Aparat Temukan Bom dan Jasad Manusia

"Kita sangat riskan melibatkan masyarakat (dalam pengejaran kelompok Santoso. Karena hidup masyarakat nanti bisa dihantui teror," kata Badrodin di sela-sela acara Refleksi Akhir Tahun Kinerja Polri di aula Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (29/12/2015).

"Orang yang dekat dengan polisi saja bisa dianggap mata-mata polisi," imbuh dia.

Untuk itu, kepolisian menggandeng TNI dalam pengejaran kelompok Santoso melalui Operasi Camar Maleo.

"Yang terakhir kita libatkan TNI, kita enggak akan menyerah," pungkas Badrodin.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya