Pembangunan Kota Jantho Sulit Berkembang

Kota Jantho telah menjadi ibu kota Aceh Besar sejak 15 tahun silam. Namun, gangguan keamanan membuat kota yang memiliki areal pertanian luas itu sulit berkembang.

oleh Liputan6Diterbitkan 19 November 2001, 20:29 WIB
Liputan6.com, Jantho: Gangguan keamanan membuat pembangunan di Kota Jantho, Aceh, sulit berkembang. Padahal, alam Jantho sangat memberi harapan untuk pengembangan sektor pertanian. Areal pertanian yang amat luas seharusnya juga dapat mendorong para investor menggerakkan dunia agribisnis. Namun, hal itu tak berjalan sehingga Jantho tetap saja sepi.

Dari pengamatan SCTV, baru-baru ini, program transmigrasi yang dicanangkan sebetulnya berjalan sukses. Namun, sejak sering terjadi gangguan keamanan dalam tiga tahun terakhir ini, banyak warga Jantho yang pindah ke daerah lain. Selain itu, sarana transportasi yang buruk juga menyebabkan aktivitas perkantoran tak berjalan berjalan maksimal. Pegawai yang banyak berdomisili di luar kota mengeluh karena sulit mencapai Jantho. Mereka baru bisa tiba di Jantho pada pukul 10.00 WIB dan sudah harus bersiap-siap pulang pada pukul 12.00 WIB.

Kondisi itu membuat suasana Jantho seperti sebuah kecamatan di Aceh. Apalagi, infrastruktur yang minim dan lokasi yang tak strategis membuat kota itu sulit berkembang. Padahal, 15 tahun silam, Jantho telah menjadi ibu kota Aceh Besar.(ULF/Mukhtaruddin Yacob dan Ferri Efendi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya