Liputan6.com, Jakarta: Sekitar 100-an polisi menjaga ketat kamar mayat Rumah Sakit Pusat Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (8/8), menyusul rencana menerbangkan jenazah tersangka terorisme yang tewas tertembak di Temanggung, Jawa Tengah. Pantauan ANTARA Penjagaan difokuskan di gedung Kedokteran Forensik yang akan dipakai menyimpan jenazah.
Mereka berjaga-jaga di depan gedung baik dari sisi samping maupun dari depan. Garis polisi juga dipasang mengelilingi gedung itu agar warga dan wartawan tidak masuk ke dalam gedung. Diperkirakan, jenazah teroris yang tewas di Temanggung akan tiba di rumah sakit sore nanti dengan memakai helikopter.
Polisi juga menyimpan dua jenazah tersangka terorisme yang tewas tertembak di Jatiasih, Bekasi, yakni Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono alias Eko Gepeng. Dengan begitu, akan ada tiga jenazah tersangka terorisme di RS Pusat Polri Kramat Jati. Jasad dibawa ke rumah sakit itu untuk memudahkan otopsi.
Pada 2005, rumah sakit ini pernah mengindentifikasi jenasah tersangka terorisme Dr Azahari yang tewas tertembak di Kota Batu, Jawa Timur. Jenasah Azahari lalu dijemput oleh adiknya Bani Yamin Husein untuk dimakamkan di Malaysia. Bani Yamin dapat mengenali jenazah itu sebagai kakaknya lewat ciri fisik di kakinya.(JUM)
Mereka berjaga-jaga di depan gedung baik dari sisi samping maupun dari depan. Garis polisi juga dipasang mengelilingi gedung itu agar warga dan wartawan tidak masuk ke dalam gedung. Diperkirakan, jenazah teroris yang tewas di Temanggung akan tiba di rumah sakit sore nanti dengan memakai helikopter.
Polisi juga menyimpan dua jenazah tersangka terorisme yang tewas tertembak di Jatiasih, Bekasi, yakni Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono alias Eko Gepeng. Dengan begitu, akan ada tiga jenazah tersangka terorisme di RS Pusat Polri Kramat Jati. Jasad dibawa ke rumah sakit itu untuk memudahkan otopsi.
Pada 2005, rumah sakit ini pernah mengindentifikasi jenasah tersangka terorisme Dr Azahari yang tewas tertembak di Kota Batu, Jawa Timur. Jenasah Azahari lalu dijemput oleh adiknya Bani Yamin Husein untuk dimakamkan di Malaysia. Bani Yamin dapat mengenali jenazah itu sebagai kakaknya lewat ciri fisik di kakinya.(JUM)