Amankan Perayaan Natal dan Tahun Baru, Polda Metro Gandeng PBNU

Menurut Said Aqil, pengamanan dari organisasi sayap PBNU terhadap perayaan Natal itu menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang toleran.

oleh Oscar Ferri diperbarui 24 Des 2015, 00:27 WIB
Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj (kiri) berbincang dengan Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian di Kantor PBNU, Jakarta, (23/12). Kedatangan Kapolda membahas keamanan jelang Natal dan Tahun Baru 2016. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya menggandeng Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2015. Kolaborasi ini menjadi penting agar tercipta keamanan di masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru 2016.

"Tugas kami bekerja sama, karena kami tidak dapat bekerja sendiri dan harus mendapat dukungan dari berbagai pihak," ucap Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Tito Karnavian di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu 23 Desember 2015.

Menurut Tito, pihaknya sudah beberapa kali berkomunikasi dengan PBNU. Komunikasi dilakukan demi kelancaran kerja sama pengamanan di waktu-waktu tertentu. Seperti perayaan Natal dan Tahun Baru.


"Kami butuh dukungan dari PBNU untuk sama-sama mengamankan Jakarta. Khususnya menghadapi Maulid, Natal, Tahun Baru, karena ada potensi kerawanan-kerawanan. Jadi seperti biasa polisi merangkul ormas," ucap dia.

"Jadi kita harapkan kelancaran tanpa hambatan. Lebih khusus dengan NU dan semua ormas Islam. Kita yakin kerja sama ini dapat berjalan lancar," ujar mantan Kapolda Papua itu.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siraj menambahkan, bahwa kolaborasi antara kepolisian dan PBNU sudah terjalin sejak lama. Utamanya dalam rangka pengamanan di perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kata Said Aqil, sejak PBNU masih dipimpin oleh Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, kerja sama pengamanan tersebut sudah terbina dengan baik.

"Ansor, Banser seperti biasanya bersama kepolisian mengamankan Natal sejak Ketum Gus Dur. Setiap Natal Ansor dan Banser selalu mengamankan gereja-gereja, terutama gereja resmi," ucap Said Aqil.

Menurut Said, pengamanan dari organisasi sayap PBNU terhadap perayaan Natal itu menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang toleran. Karenanya, pihaknya mendukung pengamanan tersebut.

"Ini status siaga 1, kita paham. Saya percaya dengan kemampuan polisi, bahwa dapat mengendalikan keamanan di hari-hari rawan," pungkas Said Aqil.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya