Keputusan The Fed Diharapkan Perbaiki Kondisi Ekonomi Global

The Fed akhirnya memutuskan kenaikan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

oleh Septian DenyDiterbitkan 17 Desember 2015, 14:50 WIB
Pimpinan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) Janet Yellen (Foto: Bloomberg)

Liputan6.com, Jakarta - Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga (fed fund rate) sebesar 0,25 persen dari 0 persen-0,25 persen menjadi 0,25 persen-0,5 persen tidak mengejutkan bagi industri perbankan. Alasannya, The Fed telah memberikan sinyal sejak tahun lalu.

Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Asmawi Syam mengatakan, sebenarnya keputusan The Fed untuk menaikan suku bunga bukan keputusan yang besar karena sudah diisyaratkan dan industri perbankan sudah mengantisipasinya. "Sebenarnya kita melihat dengan kenaikan The Fed sudah mengantisipasi sudah lama mau naik atau tidak, tapi kan sudah melakukan persiapan sudah artinya sudah siap menghadapi kondisi kenaikan itu," ujarnya di Jakarta, Kamis (17/12/2015).

Namun demikian, Asmawi berharap kenaikan Fed fund rate ini akan membawa dampak positif pada perekonomian global sehingga mampu mendorong permintaan komoditas dan pada ujungnya akan mendongkrak harga harga komoditas di pasar global.

Baca Juga

  • Jokowi Sebut Suku Bunga The Fed Naik Beri Kepastian

  • BI: Kenaikan Suku Bunga The Fed Tak Terlalu Menakutkan

  • BI Harap Keputusan The Fed Bawa Angin Segar ke Ekonomi RI


"Dampak kenaikan Fed rate ini kan global. Kalau dampak global ini justru memperbaiki ekonomi global artinya permintaan mereka akan meningkat, kalau meningkat sekarang kondisi komoditi kita akan meningkat juga kan, kalau ini bisa meningkat berarti ekspor kita juga bisa meningkat," kata dia.

Seperti diketahui, The Fed akhirnya memutuskan kenaikan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade. Ini menandakan keyakinan bahwa sebagian besar ekonomi AS telah pulih dari dampak krisis keuangan 2007-2009.

Komite Kebijakan The Fed memutuskan kisaran kenaikan suku bunga acuan sebesar 0,25 persen-0,50 persen. Keputusan ini mengakhiri perdebatan panjang tentang apakah ekonomi AS cukup kuat untuk menahan biaya pinjaman yang lebih tinggi.

"Para hakim Komite melihat ada perbaikan yang cukup besar dalam kondisi pasar tenaga kerja tahun ini. Hal itu cukup memberi keyakinan bahwa inflasi akan naik dalam jangka menengah dengan target 2 persen," kata The Fed.

The Fed memperjelas jika kenaikan suku bunga adalah awal siklus dari langkah pengetatan, di mana dalam keputusan selanjutnya akan lebih memantau kondisi inflasi, yang berada di bawah target.

"Mengingat angka inflasi di bawah 2 persen, Komite akan berhati-hati dalam memantau kemajuan aktual dan diharapkan menuju target inflasi. Komite berharap kondisi ekonomi akan berkembang dengan cara yang akan menjamin peningkatan," tandas Bank Central AS tersebut. (Dny/Gdn)


**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya