Saatnya MU Lengserkan Van Gaal?

Sebagai tim besar, MU dianggap gagal memenuhi ekspektasi suporter.

oleh Edu KrisnadefaDiterbitkan 15 Desember 2015, 07:30 WIB
Pelatih MU, Louis van Gaal, muram usai takluk dari tim promosi, Bournemouth, pada laga Liga Premier Inggris di Stadion Vitality, Inggris, Sabtu (12/12/2015). (AFP/Adrian Dennis)

Liputan6.com, Manchester - Adakah yang lebih menyakitkan bagi seorang pelatih ketimbang menyaksikan tim asuhannya mengalami dua kekalahan beruntun? Hal itulah yang saat ini dialami Louis Van Gaal, arsitek Manchester United (MU).

Dengan mata kepala sendiri, dia jadi saksi betapa tak berdayanya MU, saat mengalami dua kekalahan back to back hanya dalam sepekan. Selasa (8/12),  di Liga Champions, MU ditekuk tim Jerman, Wolfsburg, 2-3 dan membuat mereka tersingkir.

Empat hari kemudian, MU kembali mendapat malu, di Liga Primer. Lebih mengenaskan karena mereka kalah 1-2 dari tim promosi, Bournemouth. Klub, yang sebelum mengalahkan MU baru mencetak tiga kemenangan dari 15 laga Liga Inggris.

Sumber: REUTERS


Tuntutan Mundur

Sakit, tentu saja dirasakan Van Gaal, 64 tahun. Apalagi, belakangan, mulai muncul tuntutan agar manajemen “Setan Merah” segera melengserkannya.

Salah satunya datang dari mantan bintang MU, Rio Ferdinand. “MU tidak akan pernah berkembang di bawah asuhan Van Gaal. Manajemen klub harus segera mencari penggantinya,” ujar pemain yang sukses melabuhkan enam gelar Liga Primer dan Liga Champions 2007/08 itu.

Baca Juga

  • Kiper Arsenal Bikin Rekor, WAGs Ini Hadiahi Kue Imut
  • PS TNI Andalkan Fisik, Banur: Persija Penyakitan
  • Nedved: Juventus Bisa Kalahkan Muenchen

Tak hanya Ferdinand. Sebelumnya, rekan seangkatan Ferdinand, Paul Scholes, dan Paul Parker yang membela MU pada periode 1991-1996 juga mengutarakan hal serupa. Parker bahkan menyebut permainan MU di bawah Van Gaal sangat membosankan.

Para Pemain Manchester United tertunduk lemas usai kalah dari Wolfsburg pada lanjutan Liga Champions di Stadion VfL Wolfsburg Arena, Rabu (9/12/2015) dini hari WIB. (AFP Photo/John Macdougall)

Lanjut Baca:

Indikasinya, tak banyak gol dicetak MU. Mereka tercatat sebagai tim yang paling sedikit mencetak gol di posisi lima besar, hanya 21 gol dari 16 laga. Bandingkan dengan Leicester City, di posisi pertama yang mencetak 34 gol. Kekecewaan juga sudah menjalar ke level suporter. Suara mereka pun seragam: pecat Van Gaal! Beberapa nama mulai mengapung sebagai suksesor Van Gaal. Dua di antaranya Jose Guardiola dan Carlo Ancelotti.Prestasi Buruk Prestasi Van Gaal sejak dipercaya melatih MU, 19 Mei 2014, memang tak bisa dibilang bagus. Apalagi jika dibandingkan torehannya bersama klub-klub sebelumnya: Ajax, Barcelona, dan Bayern Muenchen. Di musim pertama, 2014/15, dia hanya mampu membawa MU menduduki posisi keempat Liga Primer dan tersingkir di perempat final Piala FA. Sementara di Piala Liga, nasib mereka lebih tragis. MU sudah tersingkir di putaran kedua, lantaran dipermalukan klub League One (Divisi Dua), Milton Keynes Dons, 0-4. Musim ini pun, untuk sementara tak lebih bagus. MU berada di peringkat keempat Liga Primer, berselisih enam poin dengan Leicester di puncak klasemen. Selain tersingkir dari Liga Champions, di Piala Liga, mereka juga sudah “masuk kotak”. Lagi-lagi MU kalah dari klub “kasta”-nya lebih rendah, Middlesbrough dari Championship (Divisi Satu).Padahal, sejak kedatangannya, MU telah mengeluarkan uang tak kurang dari 260 juta pound (sekitar Rp 5,5 triliun) untuk belanja pemain baru. Pemain Buangan Bersinar Ironisnya, pemain-pemain “buangan” Van Gaal justru malah bersinar di klub baru mereka. Javier “Chicarito” Hernandez yang bersinar dengan Bayer Leverkusen. Dia telah mencetak 15 gol dari 12 laganya di Bundesliga. Begitu juga dengan penyerang muda James Wilson, yang disebut Van Gaal tak punya masa depan di MU. Sabtu (12/12/2015) dia turut menyumbang gol saat Brighton and Hove Albion main imbang 2-2 lawan Derby County di Championship. Padahal, itu adalah laga debut Wilson bersama Brighton. Bukti, bahwa pemain berusia 20 tahun ini bisa langsung beradaptasi dengan skema yang dimainkan pelatih Brighton, Chris Hughton. Masih Yakin Menariknya, Van Gaal, yang kontraknya baru berakhir 2017 mendatang, mengaku masih yakin dirinya tetap dipertahankan. Dia bahkan sesumbar, MU masih berpeluang jadi juara liga, di akhir musim. “Bagi saya, yang terpenting komitmen dari seluruh pemain. Jika mereka tetap berada di belakang saya, apa pun bisa kami lakukan,” ujarnya.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya