Liputan6.com, Jakarta: Penilaian bahwa karir Inspektur Jenderal Polisi Nurfaizi telah tamat, terbantahkan. Setidaknya, sanggahan tersebut dikemukakan Kepala Polri Jenderal Polisi S. Bimantoro yang menegaskan, jabatan Kepala Sekolah Calon Perwira Lembaga Pendidikan dan Latihan (Lemdiklat) Polri yang akan diduduki Nurfaizi, tergolong strategis. Soalnya, di mata Kapolri, jabatan tersebut bertugas membentuk keterampilan dan watak prajurit.
Penjelasan Kapolri seusai melantik Irjen Polisi Panji Atmasudirja, baru-baru ini, muncul setelah Nurfaizi dimutasikan. Di antara enam Kapolda yang juga diganti, posisi yang digenggam Nurfaizi sebagai Kepsek Calon Perwira Lemdiklat Polri di Sukabumi, Jawa Barat, memang terkesan kurang populer di kalangan masyarakat.
Dikatakan Kapolri, secara garis besar, tugas kepolisian menyangkut tiga hal, yaitu, tugas operasional, pembinaan meliputi dukungan operasional dan menyiapkan personel. Tugas tugas terakhir itulah yang menurut Kapolri, menjadi tanggung jawab yang diemban Nurfaizi. Kapolri menambahkan, pada dasarnya mutasi ke-31 perwira menengah dan tinggi di lingkungan Polri bertujuan menyukseskan kerja organisasi dan pengembangan personel.(RSB/Nina Waskito dan Irfan Effendi)
Penjelasan Kapolri seusai melantik Irjen Polisi Panji Atmasudirja, baru-baru ini, muncul setelah Nurfaizi dimutasikan. Di antara enam Kapolda yang juga diganti, posisi yang digenggam Nurfaizi sebagai Kepsek Calon Perwira Lemdiklat Polri di Sukabumi, Jawa Barat, memang terkesan kurang populer di kalangan masyarakat.
Dikatakan Kapolri, secara garis besar, tugas kepolisian menyangkut tiga hal, yaitu, tugas operasional, pembinaan meliputi dukungan operasional dan menyiapkan personel. Tugas tugas terakhir itulah yang menurut Kapolri, menjadi tanggung jawab yang diemban Nurfaizi. Kapolri menambahkan, pada dasarnya mutasi ke-31 perwira menengah dan tinggi di lingkungan Polri bertujuan menyukseskan kerja organisasi dan pengembangan personel.(RSB/Nina Waskito dan Irfan Effendi)