Liputan6.com, Jakarta - Dengan memanfaatkan teknologi canggih, saat ini para jomblowan dan jomblowati tak lagi repot dan sulit ketika ingi mencari pendamping hidup yang dirasa cocok. Cukup buka laptop atau smartphone, mereka bisa langsung mencari jodoh secara online, baik yang berbasis web atau aplikasi kontak jodoh.
Tak hanya itu, ke depannya manusia akan dipermudah dalam mencari pasangan dengan cara memasangkan DNA miliknya bersama DNA calon pasangan jika dirasa sesuai dan `nyambung`. Selain itu ada juga cara lain yang lebih canggih. Penasaran? Cek di bawah ini.
Jika melihat di zaman sekarang, muncul berbagai aplikasi smartphone seperti Tinder dan Happn yang mampu `menjodohkan` penggunanya dengan cara praktis, terkoneksi, dan efisien. Semua bisa dilakukan dalam waktu yang begitu singkat.
Bukan tidak mungkin, berkembangnya teknologi saat ini mampu menginspirasi para developer untuk menciptakan sebuah wadah yang bisa membantu manusia untuk menemukan belahan hatinya di kehidupan.
Menurut informasi yang dilansir Daily Mail, setiap email yang dikirim diperkirakan bisa menambah kadar 4 gram CO2 di atmosfer. Sebagai perbandingan, mengirim 65 email dapat menghasilkan CO2 yang sama saat mengendarai mobil sejauh kilometer.
Namun, bukan bicara layaknya mobil di serial TV, Knight Rider, yang populer di tahun 90-an. Kemampuan bicara mobil pintar Google lebih sebagai penanda bagi pengguna jalan lainnya, seperti pejalan kaki atau pengendara sepeda motor.
(Isk)
Advertisement