Tukar Tahanan, Lebanon Bebaskan Eks Istri Petinggi ISIS

16 prajurit Lebanon yang ditahan al Nusra ditukar dengan 25 tahanan teroris di Lebanon. Namun, masih ada 9 prajurit di tangan ISIS.

oleh Arie Mega Prastiwi diperbarui 02 Des 2015, 14:49 WIB
Tukar Tahanan, Lebanon Bebaskan Eks Istri Petinggi ISIS (Reuters)

Liputan6.com, Beirut - Pemerintah Kerajaan Lebanon pada Selasa 1 Desember membebaskan mantan istri petinggi ISIS Abu Bakr al-Baghdadi. Perempuan itu ditukar dengan prajurit Lebanon yang ditahan oleh al Qaeda. Hal itu diungkapkan oleh otoritas keamanan.

Perempuan tersebut adalah Saja al-Dulaimi. Dulaimi bercerai dengan Baghdadi lebih dari enam tahun lalu. Ia ditangkap pada Desember 2014 saat memasuki Lebanon dari Suriah.

Pertukaran tahanan ini terjadi setelah negosiasi yang panjang dan dilakukan pada Selasa (2/11/2015) di kota Arsal-perbatasan Suriah Lebanon. Hal tersebut dilaporkan oleh kantor berita Lebanon, National News Agency seperti dilansir dari CNN.

Kelompok teroris Al Nusra Front membebaskan 16 prajurit Lebanon yang diculik di Arsal pada Agustus 2014.

Tidak ada indikasi pembebasan Dulaimi akan memberikan keuntungan ISIS, pesaing al Nusra. Namun, Dulaimi diketahui punya saudara laki-laki yang menjad figur senior di al Nusra. Dan suami barunya dicuragi tergabung bersama kelompok itu.

Adapun yang menjadi mediasi antara keduanya adalah Qatar setelah diminta Beirut. Dilaporkan bahwa akan ada 25 orang tahanan dari Lebanon termasuk 17 perempuan dan anak-anaknya.

Di antara anak-anak itu dibebaskan juga anak perempuan Dulaimi. Disebut-sebut, bapak biologisnya adalah Baghdadi. Selama di tahanan Dulaimi menolak bahwa perempuan itu berayah Baghdadi.

Namun, Menteri Dalam Negeri Lebanon, Nohad Machnouk mengatakan tes DNA membuktikan bahwa ia benar anak kandung Baghdadi. Selama ibunya ditahan, anak itu dibesarkan di child care center, kata Machnouk.

Setelah dibebaskan, Dulaimi sekali lagi menekanankan bahwa ia adalah bekas istri Baghdadi. Kini ia berencana menuju Turki.

Pada Agustus 2014, telah terjadi perang senjata antara militer Lebanon dengan ISIS dan al Nusra di Arsal. 19 prajurit tewas dan 35 orang diculik oleh ISIS dan al Nusra.

7 orang telah dibebaskan, semantara 2 dipenggal ISIS dan dua dibunuh al Nusra.

Kini 16 orang telah dibebaskan al Nusra, namun 9 orang masih ditahan ISIS. Pemerintah Lebanon masih negosiasi ISIS untuk membebaskan prajuritnya.

"Kami berusaha keras untuk membebaskan 9 orang prajurit kami," kata Menteri Kesehatan Lebanon, Wael Abu Faour kepada Al Jazeera.

"Padahal sudah banyak jalan, lewat mediator, namun itu semua berlangsung sebelum pasukan multinasional menyerang Raqqa. Perundingan berhenti akibat serangan itu," tutupnya sambil terus berharap 9 prajurit bisa kembali pulang.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya