Liputan6.com, Serang - Gubernur Banten Rano Karno belum mengambil sikap terhadap kelanjutan PT Banten Global Development (BGD). Pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu tersandung kasus suap 2 anggota DPRD Banten yang diduga terkait pendirian Bank Banten.
"Sementara ini, saya akan terus mencermati perkembangan yang ada dan secepatnya mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu terkait Banten Global Development," ujar Rano, Rabu (2/12/2015).
Baca Juga
- Anggota Dewan Ditangkap KPK, Ini Kata Ketua DPRD Banten
- PDIP Pecat Anggota DPRD Banten yang Terlibat Suap Bank Banten
- Penegak Hukum Tak Perlu Izin Presiden Jika Anggota DPR Kena OTT
Advertisement
Rano juga meminta agar semua pihak yang bersalah dalam kasus tersebut bertanggung jawab penuh.
"Siapa yang bersalah tentu harus bertanggung jawab," tegas Rano.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menangkap Direktur Utama PT Banten Global Development (BGD) Ricky Tampinongkol bersama Ketua Komisi III DPRD Banten dari Fraksi PDIP FL Tri Satya Santosa dan Wakil Ketua DPRD Banten dari Fraksi Golkar SM Hartono dalam operasi tangkap tangan (OTT) di sebuah restoran di Serpong.
Dalam operasi itu, KPK menyita uang puluhan juta dalam bentuk pecahan rupiah dan dolar. Ketiganya kini berstatus terperiksa.