Farhat Abbas: Ternyata Maaf Ahmad Dhani Tidak Mahal

Farhat Abbas berharap kasusnya dengan Ahmad Dhani bisa dihentikan.

oleh Rizky Aditya Saputra diperbarui 26 Nov 2015, 22:30 WIB
Farhat Abbas [Foto: Rizky Aditya Saputra/Liputan6.com]

Liputan6.com, Jakarta Dalam persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik sebelumnya, Farhat Abbas telah meminta maaf secara langsung kepada Ahmad Dhani. Mantan suami Nia Daniati itu mengaku ingin kenal lebih dekat dengan pentolan Dewa 19 tersebut.

Sikap Farhat yang tadinya keras pun akhirnya melunak setelah bermaafan. Ia bahkan memuji sikap Dhani yang pemaaf.

Musisi Ahmad Dhani dan Farhat Abbas saling berpelukan usai menjalani sidang lanjutan kasus pencemaran nama baik yang dilayangkan Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (19/11). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

"Saya bertemu Ramdan Alamsyah (pengacara Dhani) kompensasinya minta uang (damai). Ternyata, maaf kepada Ahmad Dhani tidak mahal, hanya butuh memaafkan (menjulurkan tangan)," kata Farhat Abbas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (26/11/2015).

Meski begitu, Farhat sepertinya belum bisa memaafkan sikap Ramdan. Pengacara yang sempat mencalonkan diri jadi presiden RI itu masih ingat perlakuan Ramdan yang dikabarkan meminta uang miliaran rupiah untuk berdamai dengan Dhani.

"Dia minta mendekati 9 digit (miliar), SMS Ramdan lengkap ada. Persoalan saya dengan Ramdan karena dia mengaku pengacara. Walau memang sekarang dia sudah disumpah (sebagai pengacara). Tapi sebelum November 2015 dia belum disumpah," jelas Farhat Abbas.

Ahmad Dhani bersama kuasa hukumnya, Ramdan Alamsyah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam kasus pencemaran nama baik oleh Farhat Abbas, Jumat (21/8/2015). [Foto: Panji Diksana/Liputan6.com]

"Saksi (Peradi) mengatakan perbuatan Ramdhan ilegal dan bisa dipenjara. Kerjaan mereka hanya mengurus saya terus," ketusnya.

Terakhir Farhat berharap kasus pidana yang tengah dihadapinya dapat segera dihentikan. Apalagi, ia dan Dhani sudah saling bermaafan.

"Saya sudah minta maaf seharusnya selesai. Kalau dia yakin Islam, dia yakin hukum itulah hukum. Kalau kata berbalas kata, bukan penjara, tapi neraka," ucap Farhat Abbas. (Ras/fei)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya