PSM Vs Persipura: Menang di Waktu Normal

Kedua kubu harus melewati adu penalti dalam dua pertandingan pertama di fase grup Piala Jendral Sudirman.

oleh Rejdo PrahanandaDiterbitkan 23 November 2015, 07:33 WIB
Persipura Jayapura (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Gianyar - PSM Makassar tampil cukup menjanjikan selama perhelatan Piala Jendral Sudirman 2015. Tim legendaris Indonesia berjuluk Juku Eja ini kini memuncaki klasemen grup B dengan memetik 4 poin hasil dari dua kali kemenangan melalui adu penalti.

Tim besutan Liestiadi ini pertama mengalahkan Mitra Kukar. Raksasa Sulawesi ini menang dengan skor 4-3 setelah di waktu normal menang dengan skor 4-3. Kemudian, di partai kedua, PSM menekuk Semen Padang.

Pada pertandingan terakhir kontra Semen Padang, dewi fortuna boleh dibilang memihak PSM. Betapa tidak, tertekan sepanjang pertandingan, Semen Padang harus menelan kekalahan melalui adu penalti. Dua kemenangan ini mengantarkan PSM memuncaki klasemen grup B.

Persipura Jayapura menjadi lawan berikutnya PSM di babak penyisihan grup B. Pada pertandingan di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (23/11/2015) kedua kubu sama-sama mengusung spirit menang di waktu normal alias tanpa adu penalti.

Selama perhelatan Piala Jendral Sudirman, sama seperti PSM, Persipura juga harus melakoni dua adu penalti di dua laga. Bedanya, Persipura sekali kalah ketika bersua tuan rumah Bali United dan memetik kemenangan lawan Semen Padang dengan skor 5-3 setelah bermain imbang 2-2.

Pada gelaran milik TNI ini, promotor Mahaka memberlakukan adu penalti bila pertandingan di waktu normal 2x45 berakhir dengan skor imbang.


Target Lolos dari Fase Grup

PSM kini hanya membutuhkan dua poin, setidaknya untuk mengamankan peringkat 3 besar agar bisa lolos dari fase grup dengan status peringkat 3 terbaik. Mahaka memberikan jatah pada dua tim 3 terbaik tampil di babak perempat final.

Melihat performa tim yang menanjak, pelatih PSM, Liestiadi merasa timnya memiliki peluang lolos ke babak selanjutnya. "Peluang semakin terbuka untuk lolos ke delapan besar. Tiga tim akan lolos ke fase berikut. Meski nanti kami menduduki posisi ketiga di grup, tidak masalah. Yang penting, target kami lolos tercapai," ujar mantan asisten pelatih Timnas Indonesia ini. 

Menghadapi pertandingan ketiga Liestiadi coba menghapus label tim spesialis adu penalti. Dia bertekad mengantarkan timnya menang di waktu normal, 2x45 menit. "Tekad kami menang murni," ujarnya.

Lanjut Baca:

Tentu, bukan pekerjaan mudah bagi PSM mewujudkan target tersebut mengingat lawan yang dihadapi berstatus sebagai juara ISL empat kali dan finalis ISL 2014. Namun Liestiadi percaya diri tim asuhannya bisa melewati rintangan Persipura. Sebab, tim besutan Oswaldo Lessa ini belum berada di puncak performa. "Persipura memang tim yang solid. Tapi, permainan mereka belum sebaik ketika di ISL. Jadi, bila kami bermain bagus, saya rasa PSM mampu meraih tiga poin," kata mantan pelatih Persegres Gresik United ini. Melawan Persipura, PSM tanpa Silvio Escobar, Patrice Nzekou, dan Rendy Siregar. Tapi dia enggan mengambil pusing. Sebab, PSM memiliki banyak stok pemain untuk menempati posisi yang ditinggalkan tiga pemain tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya