Tingkatkan Rasa Cinta Bangsa, Ribuan Santri NU Ikuti Pelayaran

Kegiatan itu digelar di atas Kapal RI (KRI) Banda Aceh sebagai bagian peringatan Hari Santri Nasional.

oleh Moch Harun Syah diperbarui 21 Nov 2015, 19:15 WIB
Pemerintah tampaknya serius untuk memperingati hari Bela Negara yang jatuh pada tanggal 19 Desember mendatang.

Liputan6.com, Jakarta - Ribuan santri Nahdlatul Ulama dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan 'Pelayaran Santri Bela Negara'. Kegiatan itu digelar di atas Kapal RI (KRI) Banda Aceh sebagai bagian peringatan Hari Santri Nasional.

Kegiatan berlangsung selama 3 hari, yakni pada 21-23 November 2015. Pelayaran berangkat dari Dermaga Komando Lintas laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, menuju Dermaga Madura Ujung, Komando Armada Timur (Koarmatim), Surabaya, Jawa Timur.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menyebutkan, kegiatan tersebut akan menjadi program rutin dalam peringatan hari santri. Tujuan dari program itu ialah untuk memperkuat kecintaan para santri terhadap bangsa Indonesia. Hal itu sejalan dengan keyakinan bahwa cinta kepada tanah air ialah sebagian dari iman.

"Bahkan, barang siapa yang bekerja sama dengan penjajah boleh dibunuh. Mereka tetap muslim tapi tidak kafir. Itulah fatwa revolusi yang dikeluarkan jaman dahulu," kata Aqil di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara, Sabtu (21/11/2015).

 



Ia menyatakan kewajiban mempertahankan NKRI bukan hanya kewajiban anggota TNI, tapi juga seluruh warga negara dan hukumnya wajib. Dia berharap kegiatan itu bisa mempererat hubungan santri dengan TNI sehingga mereka memiliki kesamaan visi dan misi.

"Mau yang pandai, yang kaya, miskin itu sama wajib membela tanah air. Kita ingin membuktikan 22 ribu pesantren seluruh Indonesia menyatu dengan TNI dan satu visi dan misi Nusantara. Kepanjangan dari NU, santri dan Nusantara," tuturnya.

Pangkolinlamil Laksamana Muda (Laksda) Aan Kuniawan mengatakan, peserta kegiatan nantinya akan mendapat pelatihan wawasan kebangsaan, seperti menerapkan kebhinekaan tanah air dan meresapi Indonesia sebagai negara yang besar.

"Banyak negara yang ingin merongrong negara kita. Persatuan tentu dibutuhkan untuk kesamaan pandang yang notabene mereka akan menjadi pemimpin masa depan nantinya," kata  Aan mengutip sambutan dari Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo.

Dia menuturkan, setelah kegiatan Bela Negara berakhir, pengetahuan dan pengalaman yang didapat para peserta bisa dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-har sehingga mereka menjadi kader bela negara yang cinta NKRI. Para peserta juga diharapkan memiliki jiwa patriot dan wawasan maritim yang mendalam.

"Sehingga dapat mewujudkan hubungan manunggal santri, pelajar, mahasiswa dan komunitas Islam nusantara dalam mempertahankan kedaulatan negara," tutupnya.

Selain diikuti santri di seluruh Indonesia, kegiatan ini diikuti pelajar, mahasiswa, tokoh pemuda dan Komunitas Islam Indonesia. (Din/Yus)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya