Jembatan PLN hingga Main Layangan Hambat Normalisasi Ciliwung

Keberadaan aset pemerintah yang belum direlokasi menghambat normalisasi Ciliwung.

oleh Ahmad Romadoni diperbarui 18 Nov 2015, 15:28 WIB
Proyek normalisasi itu dilakukan sebagai upaya penanganan banjir di kawasan tersebut, Jakarta. Foto diambil pada Senin (10/11/2014). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Proyek normalisasi Sungai Ciliwung terus dikebut. Namun, beragam hambatan terus datang mengganggu pengerjaan proyek yang dimulai selepas relokasi warga Kampung Pulo, Jakarta Timur, Agustus lalu.

Musim penghujan diakui sebagai kendala utama pengerjaan proyek. Pengawas lapangan proyek normalisasi Sungai Ciliwung, Hadi Suratno menerangkan, air hujan membuat becek jalan inspeksi yang belum diaspal. Hal itu menyebabkan alat berat sulit masuk ke lokasi proyek.

Gangguan lainnya ialah keberadaan aset pemerintah yang belum direlokasi. Salah satunya jembatan milik PLN yang terletak di belakang Rusunawa Jatinegara Barat.

 



"Di sana itu ada jembatan milik PLN. Enggak banyak orang tahu itu. Ini kan perlu direlokasi. Kita harus nunggu lagi," kata Hadi di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Rabu (18/11/2015).

Tak hanya itu, para pekerja kerap disibukan dengan menghalau anak-anak yang bermain di lokasi proyek. Karenanya, Hadi berharap ada dukungan dari masyarakat Kampung Pulo.

"Kalau sore, di sini banyak anak-anak yang main layangan. Di sini kan lokasi proyek. Kita juga butuh dukungan proaktif masyarakat sekitar sehingga proyek berjalan dengan lancar," tutup Hadi. (Din/Sun)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya