Liputan6.com, Indramayu - Manfaat dari keanggotan BPJS Ketenagakerjaan begitu besar, tidak hanya untuk pekerja formal melainkan juga informal. Iuran yang dibayarkan juga tak mahal. Peserta hanya harus membayar iuran tak lebih dari Rp 20.000 per bulan.
BPJS Ketenagakerjaan memberikan 1.000 kartu kepada nelayan di desa Karangsong, Indramayu. Kartu tersebut untuk menjangkau Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK).
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Masassya mengatakan, dengan keanggota tersebut kini nelayan membayar iuran sebanyak Rp 16.800 per bulan.
"JKK iuran dibayarkan 16.800 per bulan. Harga nggak beda dengan Dji Sam Soe yang dibeli tiap harinya," katanya di Indramayu, Selasa (17/11/2015).
Baca Juga
- 2.500 Warga Yogya Bakal Dapat Kartu BPJS Ketenagakerjaan Gratis
- Warga Miskin Non-BPJS di Banten Kini Bisa Berobat Gratis
- Rizal Ramli Bagikan 1.000 Kartu BPJS ke Nelayan di Indramayu
Advertisement
Dari situ, nelayan mendapatkan berbagai manfaat. Seperti, apabila terjadi kecelakaan maka BPJS Ketenagakerjaan menanggung ongkos pengobatan sampai sembuh.
Sebagaimana diketahui, risiko dari pekerjaan nelayan begitu besar. "Setiap nelayan jika terjadi risiko BPJS akan menanggung pengobatan sampai sembuh," kata dia.
Namun, jika si nelayan meninggal maka BPJS akan memberikan santunan kepada ahli waris. Tak sekadar itu, ahli waris juga mendapatkan beasiswa.
"Jika terjadi musibah ahli waris akan mendapatkan santunan RP 115 juta plus beasiswa plus (untuk) anaknya," tuturnya.
Dia menerangkan, jumlah tenaga kerja di Indonesia saat ini berjumlah 112 juta tenaga kerja. Jumlah tersebut terdiri dari 45 juta pekerja formal dan 76 juta sektor informal.
Dari pekerja informal, sebagian besar diisi oleh petani dan nelayan."Pekerja 34 persen sektor petani dan nelayan. Banyak pekerja informal belum mendapat perlindungan," tandas dia. (Amd/Zul)