Daya Beli Masyarakat Menurun, Perajin Tahu Kurangi Jumlah Produksi

Perajin mengolah kedelai untuk dijadikan tahu di industri rumahan di Jakarta, Selasa (10/11). Menurunnya daya beli masyarakat menyebabkan sejumlah rumah produksi tahu menurunkan produksinya dari 100 kg/hari menjadi 70 kg/hari. (Liputan6.com/Johan Tallo)

oleh Arny Christika Putri diperbarui 10 Nov 2015, 14:48 WIB
20151110-Daya Beli Masyarakat Menurun, Perajin Tahu Kurangi Jumlah Produksi-Jakarta
Perajin mengolah kedelai untuk dijadikan tahu di industri rumahan di Jakarta, Selasa (10/11). Menurunnya daya beli masyarakat menyebabkan sejumlah rumah produksi tahu menurunkan produksinya dari 100 kg/hari menjadi 70 kg/hari. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Perajin mengolah kedelai untuk dijadikan tahu di industri rumahan di Jakarta, Selasa (10/11). Menurunnya daya beli masyarakat menyebabkan sejumlah rumah produksi tahu menurunkan produksinya dari 100 kg/hari menjadi 70 kg/hari. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pekerja membersihkan kedelai sebagai bahan pembuat tahu di Jakarta, Selasa (10/11). Menurunnya daya beli masyarakat menyebabkan sejumlah rumah produksi tahu menurunkan produksinya dari 100 kg per hari menjadi 70 kg per hari. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Perajin mengolah kedelai untuk dijadikan tahu di industri rumahan di Jakarta, Selasa (10/11). Menurunnya daya beli masyarakat menyebabkan sejumlah rumah produksi tahu menurunkan produksinya dari 100 kg/hari menjadi 70 kg/hari. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pekerja membersihkan kedelai sebagai bahan pembuat tahu di Jakarta, Selasa (10/11). Menurunnya daya beli masyarakat menyebabkan sejumlah rumah produksi tahu menurunkan produksinya dari 100 kg per hari menjadi 70 kg per hari. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Sejumlah perajin memproduksi tahu industri rumahan di Jakarta, Selasa (10/11). Menurunnya daya beli masyarakat menyebabkan sejumlah rumah produksi tahu menurunkan produksinya dari 100 kg per hari menjadi 70 kg per hari. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya