Dewi Yull Kenang Mendiang Anak di Sebuah Lagu untuk Tuhan

Profesionalisme Dewi Yull diuji dalam syuting film Sebuah Lagu Untuk Tuhan di mana banyak hal mengingatkannya pada mendiang putrinya, Gisca.

oleh Hernowo Anggie diperbarui 28 Okt 2015, 09:45 WIB
Dewi Yull dalam promo film Sebuah Lagu Untuk Tuhan. (Liputan6.com/Herman Zakaria)

Liputan6.com, Jakarta Sebagai seorang aktris, Dewi Yull tentu sudah piawai menampilkan akting mumpuni di berbagai film lokal. Tetapi, di film terbarunya yang berjudul Sebuah Lagu untuk Tuhan, mantan istri Ray Sahetapy ini mendapat tantangan jauh lebih sulit.

Dewi Yull harus bisa menjaga profesionalisme sebagai aktris saat dipertemukan dengan cerita yang mirip dengan pengalaman hidupnya bersama mendiang sang putri, Gisca.

Dewi Yull dalam promo film Sebuah Lagu Untuk Tuhan. (Liputan6.com/Herman Zakaria)

Hampir sama dengan apa yang dialami di dunia nyata, Dewi Yull harus berhadapan dengan anak penderita tunarungu yang mengidap penyakit mematikan dan bisa kapan pun merenggut nyawa putri kesayangannya.

"Saya menyadari kalau ini seni peran, bukan sharing pengalaman. Ada seni memerankan sebuah tokoh, tapi di film ini saya khawatir jadi subjektif karena terjebak dalam cerita kehidupan saya sendiri," ucap Dewi Yull saat bertandang ke redaksi Liputan6.com, Gedung SCTV Tower, Jakarta Pusat, Selasa 27 Oktober 2015.

Dewi Yull dalam promo film Sebuah Lagu Untuk Tuhan. (Liputan6.com/Herman Zakaria)

Di film itu, aktris berusia 54 tahun ini dikisahkan menjadi seorang ibu dari gadis tunarungu bernama Angel yang diperankan oleh aktris muda Eriska Rein. Ada sebuah adegan di mana Dewi Yull harus menunggu Angel yang sedang sekarat karena penyakit kanker yang dideritanya di sebuah kamar rumah sakit.

Rupanya, suasana tersebut mengingatkan ia pada momen yang sama bersama Gisca, mendiang sang putri.

Dewi Yull dalam promo film Sebuah Lagu Untuk Tuhan. (Liputan6.com/Herman Zakaria)

"Saya harus bisa bagaimana caranya kontrol (akting), nggak boleh emosional karena pas masuk rumah sakit, lihat tempat tidur, tabung gas oksigen dan semua peralatan di rumah sakit yang membuat saya ingat sama almarhumah. Saya harus mengubur (kenangan) itu," kata dia.

Adegan tersebut, diakui Dewi Yull, merupakan bagian dari perjalanan aktingnya yang paling sulit. "Kalau boleh saya bilang, adegan itu merupakan yang paling berat buat saya. Sampai saya benar-benar emosional saat itu, cuma saya harus tahan karena tanggung jawab seni peran," tuntasnya. (Gie/Rul)*

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya