Thermo Scanner Tak Efektif Tangkal Flu Babi

Untuk mencegah penularan flu babi ke Indonesia di beberapa bandara sudah terpasang alat pendeteksi panas tubuh. Tapi ternyata penderita flu babi masih bisa lolos masuk ke Indonesia.

oleh Liputan6Diterbitkan 25 Juni 2009, 07:13 WIB
Liputan6.com, Tangerang: Pemasangan sejumlah alat deteksi terhadap ancaman penularan flu babi di beberapa bandar udara mulai dipertanyakan. Pasalnya, pemerintah mengumumkan ada dua orang yang positif terinfeksi HN1 atau flu babi masuk ke Indonesia [baca: Menkes Pastikan Virus Flu Babi Ada di Indonesia].

Salah satu bandara yang sudah dipasang alat deteksi atau thermo scanner adalah Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. Menurut Nata Saputra, Kepala Seksi Karantina Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (24/6), thermo scanner sebenarnya sudah ada di bandara ini sejak empat tahun lalu. Namun baru diaktifkan kembali sejak merebaknya kasus flu singapura dan flu babi.

Thermo scanner bekerja dengan cara menyensor suhu tubuh manusia yang lewat area pemeriksaan. Jika terdeteksi suhu tubuh di atas 38 derajat celsius, penumpang tersebut harus menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas KKP.(IAN)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya