Warga Dayak Gelar Gerakan 1.000 Koin untuk Kabut Asap

1.000 koin ini disumbangkan ke pemerintah untuk membeli masker dan oksigen.

oleh Liputan6 diperbarui 21 Okt 2015, 13:15 WIB
1.000 koin ini disumbangkan ke pemerintah untuk membeli masker dan oksigen.

Liputan6.com, Palangkaraya - Dibalut kabut asap tebal yang menyisakan jarak pandang hanya 50 meter, ratusan warga Dayak berkumpul di bundaran besar Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Mereka memprotes pemerintah pusat yang dianggap lamban menangani kabut asap.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Rabu (21/10/2015), mereka menggelar Gerakan Seribu Koin uang akan disumbangkan ke pemerintah untuk membeli masker dan oksigen. Gerakan tersebut sebagai kritik.

Sementara itu, kalangan akademisi menilai ide Presiden Joko Widodo, membuat bloking kanal untuk menghentikan kebakaran lahan tidak tepat.

Di Palembang, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memastikan para pembakar hutan perorangan atau korporasi, tidak akan lepas dari jerat hukum.

Sudah 3 bulan kabut asap akibat pembakaran lahan melanda Sumatera dan Kalimantan. Namun, belum ada tanda-tanda bencana itu berhenti. Bahkan luas lahan yang terbakar justru bertambah.

Di Jambi, 15.876 hektare lahan terbakar dan terbanyak di lahan gambut. Sejauh ini polisi sudah menangani 253 kasus pembakaran lahan terdiri dari 50 kasus korporasi dan sekitar 200 kasus perorangan. (Dan/Mvi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya