GKIA Minta Pemerintah Waspadai Produsen Susu Formula

Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA)melihat adanya potensi konflik kepentingan dari perusahaan produsen dan pemasaran produk pengganti ASI.

oleh Fitri Syarifah diperbarui 09 Okt 2015, 11:23 WIB
Ilustrasi susu | Via: myglamosphere.com

Liputan6.com, Jakarta Sebagai bagian dari komitmen pemerintah mengatasi masalah gizi anak, saat ini tengah berlangsung program Duta 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Namun Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA) yang terdiri atas lebih dari 30 organisasi masyarakat sipil melihat adanya potensi konflik kepentingan dari perusahaan produsen dan pemasaran produk pengganti ASI.

Dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, GKIA bahkan secara tegas menyatakan, lima poin penting yang perlu dicermati semua pihak, antara lain:

1. GKIA mendukung gerakan 1000 HPK yang sejalan dengan Scaling Up Nutrition (SUN) movement di tingkat global. Fokus pada upaya perbaikan gizi pada periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) sejak konsepsi (dalam kandungan) sampai anak usia 2 tahun.

GKIA juga mendorong pemerintah dan lembaga yang mendukung program SUN untuk waspada dan tidak melibatkan pihak-pihak yang memiliki potensi konflik kepentingan, terutama dari perusahaan yang melanggar Kode Internasional Pemasaran Produk Pengganti ASI yang tidak sejalan atau menghalangi pencapaian hasil yang diharapkan dari gerakan ini.

2. GKIA mendukung penuh promosi standar emas Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dari usia 0-2 tahun yakni:

a. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah lahir
b. ASI eksklusif 0-6 bulan
c. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) berbasis pangan lokal dan adekuat mulai usia 6 bulan
d. Meneruskan proses menyusui sampai anak berusia 2 tahun atau lebih.

3. Membantu dan mendukung pemberian standar emas Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) bagi ibu dan anak,

4. GKIA mengimbau kepada pemangku kebijakan, tenaga kesehatan, lembaga lain terkait dan masyarakat untuk waspada dan dengan cerdas menyikapi program 1.000 HPK.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya