Reaksi Pembunuh Petugas Parkir Mal di Senayan Saat Diciduk Polisi

Sang pembunuh petugas parkir mal di Senayan ini mengaku tak sedikit pun terbersit niat untuk melarikan diri.

oleh Audrey Santoso diperbarui 29 Sep 2015, 02:00 WIB
Tersangka menutup wajahnya saat dikawal petugas di Polda Metro Jaya, Jakarta, (28/9/2015). Kepolisian berhasil menangkap AA Alias AT dengan barang bukti handphone, helm, celana panjang dan sepatu. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Liputan6.com, Jakarta - Ali Akbar alias Ali Tomcat pembunuh Asep Suryadi, petugas parkir di [Senayan City, Jakarta Pusat, ternyata piawai dalam mengendalikan diri dari emosi. Hal itu terbukti saat disatroni polisi, ia terlihat tenang seolah tak terlibat tindak kejahatan.

"Kalau membandingkan dengan pembunuh yang baru pertama kali, seperti Priyo (pembunuh Deudeuh Tata Chubby), dia (Ali) ini sangat tenang sekali orangnya. Dia bisa mengendalikan dirinya saat berhadapan dengan petugas, saat ditangkap kemarin," kata Kanit V Subdit Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kompol Buddy Towuliu di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (28/9/2015).

Buddy menceritakan kali pertama bertemu Ali. Tak ada raut cemas, gerak-gerik gelisah, wajah pucat pasi dan keringat dingin membasahi tangan pemuda 21 tahun itu. Kemampuan itu pun mendapay pujian. "Dia ini pemain watak yang hebat ini."

Pernyataan Buddy seirama pengakuan Ali. Sambil menundukkan kepala, pemuda ini mengaku menjalani hari-harinya seperti biasa usai membunuh Asep. Ali mengaku tak sedikit pun terbersit niat untuk melarikan diri.

"Sehabis membunuh saya tak kemana-mana. Hanya di sekitar rumah saja," ujar Ali tenang.

Bahkan, bayang-bayang wajah Asep atau darah segar yang mengalir dari punggung Asep pun sudah dikubur dalam-dalam dari memorinya. Sehingga tidurnya pun tak terganggu. Dengan penuh percaya diri, ia yakin terbebas dari jeratan hukum.

"Makanya saya tak menyiapkan alibi itu. Alibi-alibi itu baru saya pikirkan setelah polisi menemukan saya," imbuh Ali.

Ali mengungkapkan tak ada rasa takut dalam dadanya saat ditangkap polisi. "Tak berdegup juga jantung saya, biasa saja. Saya juga tak mengerti kok bisa begitu."

Gardu 'Basah'

Pengalaman 9 bulan bekerja sebagai petugas parkir salah satu mal di Senayan, tempat Asep Suryadi (24) dibunuh, menjadi bekal Ali Akbar alias Ali Tomcat (21) dalam melancarkan aksi perampokannya. Pemuda ini memilih beraksi di gardu pembayaran parkir IV atau sebutannya Pos IV, karena ia tahu gardu itu paling banyak mendulang uang.

"Tersangka memang dari awal merencanakan perampokan di parkiran Mal Senayan City di Pos IV. Kenapa harus di situ? Karena dia tahu di situ ladang 'basah', banyak keluar masuk mobil," jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta..

Letak gardu memang tepat di dekat pintu keluar klub hiburan malam Domain, sehingga pengunjung seringkali memberikan tips kepada petugasnya.

"Di situ kan ada diskotek yang bukanya sampai jam 04.00 pagi, banyak pengunjung yang kasih tips ke petugasnya. Itulah mengapa tersangka memilih di Pos IV," tukas Krishna.

Ali ditangkap di Pertigaan Tugu, Sawangan, Depok usai polisi meminta teman Ali untuk memancingnya bertemu, Minggu siang 27 September 2015. Berdasarkan pengakuan Ali, motif pembunuhan ini murni karena ingin merampok uang di laci gardu loket parkir mal yang kebetulan saat itu sedang dijaga Asep Suryadi.

Asep sebelumnya ditemukan tergeletak bersimbah darah pada Rabu 23 September 2015 pukul 05.00 WIB oleh rekannya di lantai basement 1 mal ternama di Senayan. Hasil visum sementara, pemuda ini tewas setelah punggungnya ditikam senjata tajam, dan kepalanya dibenturkan ke sisi gardu loket parkir yang tajam.

Usai olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mendapati laci uang di dua gardu yang sudah kosong. Padahal seharusnya di kedua laci tersebut ada uang hasil pembayaran parkir sebesar Rp 6-7 juta. Sementara itu ponsel Asep pun raib entah kemana. Pria nahas ini diduga menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas). (Ali/Dan)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya