Krisis Air Bersih, Warga Jembrana Mandi Air Keruh

Krisis air bersih selalu berulang dan menjadi materi kampanye tiap menjelang pemilihan.

oleh Dewi Divianta diperbarui 17 Sep 2015, 15:53 WIB
Warga terpaksa menggunakan air keruh untuk kebutuhan sehari-hari. (Dewi Divianta / Liputan6.com)

Liputan6.com, Jembrana - Kemarau panjang yang melanda sejumlah daerah memicu krisis air bersih. Di Bali, warga dua desa di Kabupaten Jembrana ‎menggunakan air tampungan dari sungai yang kotor untuk mandi.

Kedua desa tersebut yakni Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo‎, dan Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Jembrana.

"Karena kondisinya seperti ini terpaksa kita gunakan air penampungan dari sungai untuk mandi," kata Ni Kadek Desi, warga Desa Brangbang, Kamis (17/9/2015).

Menurut dia, air PDAM keluarnya kecil sekali bahkan kerap mati sejak tiga bulan lalu. Untuk mengisi galon 20  saja butuh waktu sampai 20 menit lebih.

"Itu hanya untuk masak saja, belum kebutuhan untuk mandi," ujar Ni Kadek Desi.

Warga lainnya, Sukartini, berharap pemerintah mengatasi masalah ini dengan tuntas. Krisis air di daerahnya selalu menjadi langganan kala kemarau melanda.

"Saat kampanye banyak orang datang ke sini. Begitu mendapat suara, lupa janjinya memberikan air bersih," ucap Sukartini. (Hmb/Sss)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya