LIPI Temukan Mikroba AntiKanker di Pulau Enggano

LIPI berhasil menemukan satu jenis mikroba yang berkhasiat mampu mencegah dan melawan penyebaran kanker pada tubuh manusia di Pulau Enggano.

oleh Yuliardi Hardjo Putro diperbarui 16 Sep 2015, 16:30 WIB
Bunga Raflesia Arnoldi saat diukur diameternya di Dusun Batang Palupuh, Sumbar. Bunga berumur lima tahun tersebut, mempunyai diameter 72 Cm dan tinggi 21 Cm.(Antara)

Liputan6.com, Bengkulu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil menemukan satu jenis mikroba yang berkhasiat mampu mencegah dan melawan penyebaran kanker pada tubuh manusia di Pulau Enggano Bengkulu.

Mikroba yang ditemukan itu berasal dari salah satu tumbuhan endemik yang berkembang di Pulau enggano yang berada jauh di Samudra Hundia.

Deputi bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI, Dr Enny Sudarmonowati mengatakan, temuan mikroba ini merupakan langkah baru dalam bidang kesehatan khususnya untuk penanganan salah satu penyakit kanker yang tercatat paling mematikan di dunia.

"Mikroba ini hanya terdapat pada tumbuhan endemik di Pulau Enggano, kami melakukan serangkaian penelitian dan hasilnya mampu menjadi pencegah dan obat melawan penularan penyakit kanker," ujar Enny disela sela simposium internasional `Puspa Langka Rafflesia Arnoldi dan Amorphopalus` di Bengkulu, Rabu (16/9/2015).

Mikroba yang ditemukan LIPI itu tidak bisa ditemukan di daerah lain, sebab asimilasi yang terjadi berbaur dengan kondisi alam yang berada sangat jauh dari daratan lain dan perkembangannya sudah terjadi sangat lama.

Selain mikroba anti kanker, LIPI juga menemuka khasiat dari bunga bangkai atau Amorphopalus Titanum sebagai salah satu tumbuhan yang memiliki serat yang berkhasiat untuk menambah energi dan melancarkan pencernaan. Tetapi untuk pemanfaatannya harus melalui serangkaian proses produksi.

"Banyak misteri terkait kekayaan hayati kita yang belum terungkap, Indonesia memiliki kandungan sumber daya hayati yang belum diteliti secara maksimal, tetapi satu persatu mulai terungkap," pungkas Enny Sudarmonowati. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya