Arab Saudi: Angin Kencang dan Hujan Deras Penyebab Crane Jatuh

Penyelidikan akan dilakukan untuk meninjau kerusakan dan tingkat keselamatan di sekitar Masjidil Haram.

oleh Muhammad Ali diperbarui 12 Sep 2015, 10:23 WIB
CNN

Liputan6.com, Mekah - Jumlah korban meninggal akibat crane yang jatuh di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, telah mencapai sedikitnya 107 orang. Musibah ini dinilai terjadi karena faktor alam.

"Angin kencang berkecepatan 83 km/jam dan hujan deras merupakan penyebab insiden," kata Direktur Jenderal Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi, Letnan Sulayman Bin-Abdullah al-Amr yang, yang dikutip BBC, Sabtu (12/9/2015).

Foto dari tempat kejadian memperlihatkan, alat crane berwarna merah dan besar jatuh menembus atap masjid. Insiden itu terjadi saat jemaah tengah mengikuti salat Jumat. 

Dia menambahkan, penyelidikan akan dilakukan untuk meninjau kerusakan dan tingkat keselamatan di sekitar Masjidil Haram.

Sementara menurut keterangan resmi Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi, korban terus bertambah sejak crane itu jatuh pada Jumat 11 September 2015, pukul 17.23 waktu setempat.

Hingga Sabtu dini hari, jumlah korban meninggal telah melampaui 100 orang. Dari jumlah itu, 2 orang merupakan WNI. Keduanya bernama Masnauli Hasibuan dari embarkasi Medan (MES 09) dan Siti Rasti Darmini dari embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 03).

Adapun korban cedera secara keseluruhan mencapai lebih dari 230 orang. Tercatat 32 orang di antaranya adalah WNI. Mereka dirawat di Rumah Sakit An Nur, Rumah Sakit Jahir, dan Rumah Sakit King Abdullah.

Duka Cita

Melalui keterangan pers dari Tim Komunikasi Kepresidenan, Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah yang terjadi di Masjidil Haram.

Presiden menjelaskan, telah mendapat kabar adanya musibah itu saat baru tiba di Jeddah.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Presiden Jokowi bermaksud menjenguk langsung para korban di RS An Nur, tempat para korban musibah Masjidil Haram dirawat.

"Tapi atas berbagai pertimbangan, di antaranya pertimbangan masalah keamanan dari Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, tidak bisa menjenguk malam ini dan memerlukan waktu koordinasi yang cukup panjang," ujar Pramono.

Kunjungan Presiden ke Jeddah ini merupakan rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden ke Timur Tengah selama 5 hari. Arab Saudi merupakan negara pertama yang dikunjungi. Setelah bermalam 2 hari, Jokowi akan melanjutkan lawatannya ke Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Tak hanya Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla pun menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi di Mekah tersebut. Hal itu dituangkan dalam cuitannya, @Pak_JK.

"Innalillahi waina ilaihi rojiun Duka cita mendalam bagi para korban musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram Makkah," @Pak_JK. (Ali/Sun)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya