Ada 'Superhenge' di Dekat Tumpukan Batu Misterius Stonhenge

Penemuan baru telah mengubah pengertian manusia tentang Stonehenge. Sejarah kini harus ditulis kembali.

oleh Rio Christa Yatim diperbarui 08 Sep 2015, 21:03 WIB
Superhenge (CNN)

Liputan6.com, Inggris - Lingkaran bluestone atau batu biru Stonehenge di lapangan terpencil Barat Daya Inggris sudah cukup dikenal di seluruh dunia dan telah menjadi misteri selama berabad-abad.

Namun masih banyak kisah yang belum terungkap dari zaman Neolitik ini-- kini para arkeolog mengatakan mereka telah menemukan rangkaian batu baru yang lebih besar dalam radius 3 kilometer dari lokasi Stonehenge.

Peta penemuan superhenge. (CNN)

Tim dari The Stonehenge Hidden Landscape Project mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan penemuan baru terkubur di bawah Durrington Walls, yang dikenal dengan sebutan `Superhenge`. Monumen Henge yang lebih besar dan dipercaya dibangun 3.500 tahun lalu.

"Radar yang dapat menembus tanah dengan resolusi tinggi telah mengungkapkan 90 deretan batu yang mengesankan-- sejumlah batu diduga selamat setelah terdorong," ungkap direktur Ludwig Boltzmann Institute for Archaeological Prospection and Virtual Archaeology, Wolfgang Neubauer.

"Pada sisi Timur terdapat 30 batu berukuran 4.5 x 1.5 x 1-- yang selamat pada bagian bawah bantaran sungai, sementara di lokasi lain, bebatuan ini fragmentaris atau diwakilan dengan jurang yang lebih besar.

Penemuan di bawah Durrington Walls. (CNN)

Struktur yang baru ditemukan ini diyakini berusia 4.500 tahun

Penemuan ini juga telah memunculkan sejumlah pertanyaan baru terkait pemukiman pembuat Stongehenge, dan mengapa mereka mengubahnya dengan membuat monumen baru menjelang milenium ke-3 sebelum masehi. Baca: Misteri Lokasi Asal Batu Stonehenge di Inggris Terungkap

"Skala dan detail yang mencengangkan ini menegaskan bahwa bukti baru di kaki Durrington Walls telah mengubah pengertian kita tentang Stonehenge serta dunia di sekitarnya,"ungkap arkeolog, Paul Garwood kepada CNN."

"Semua yang tertulis terkait lanskap Stonehenge sebelumnya, serta monumen kuno yang terkubur di bawah kini harus ditulis kembali." (Rie)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya