Liputan6.com, Beijing - General Motors (GM) mengumumkan penjualannya di Tiongkok Agustus lalu merupakan yang terendah dalam lima bulan terakhir. Demikian dilansir Reuters, Selasa (8/9/2015).
Hal ini disebabkan karena melambatnya perekonomian di pasar otomotif terbesar di dunia tersebut. Bahkan, sebuah perusahaan riset investasi bernama Morningstar, memprediksi kondisi ini akan terus terjadi setidaknya hingga dua tahun ke depan.
Reuters menyebutkan bahwa ekonomi Tiongkok tumbuh dengan kecepatan paling lambat dalam dua puluh lima tahun terakhir. Ini diperparah dengan jatuhnya pasar saham hingga 40 persen.
Dilaporkan, penjualan kendaraan GM dan mitra usahanya (join venture) turun 4,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Menariknya, angka ini berbanding terbalik dengan penjualan pabrikan asal Jepang seperti Toyota dan Honda. Mereka bahkan merajai beberapa segmen, misalnya SUV.
Menghadapi kelesuan ini, GM melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah meluncurkan SUV baru Juli lalu. Meskipun sampai saat ini hasilnya tidak terlalu signifikan untuk mengangkat jumlah penjualan secara umum.
Penjualan mobil secara keseluruhan memang sedang lesu. China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) menyebutkan bahwa dari periode Januari - Juli, penjualan hanya naik 0,4 persen di banding periode yang sama di tahun sebelumnya.
Untuk diketahui, selain GM, beberapa pabrik juga mengalami nasib yang serupa. Di antaranya adalah Nissan Motors dan Ford Motor Co.
(rio/sts)
Advertisement