Artis-artis Ini Berani Sindir Gubernur Ahok, Cari Sensasi?

Para artis yang melancarkan kritikan namun tak sedikit juga yang dihujat balik.

oleh Aditia SaputraDiterbitkan 27 Agustus 2015, 16:00 WIB
Ahmad Dhani (Liputan6.com/Panji Diksana)

Liputan6.com, Jakarta Kondisi Jakarta yang penuh dengan permasalahannya membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama melakukan pembenahan dimana-mana. Namun, hal tersebut berbuah konsekwensi macet dan banjirnya Jakarta.

Sampai akhirnya, beberapa selebritas tanah air menuangkan unek-unek hingga sindiran ke sang gubernur Ahok. Bukannya mendapatkan dukungan, sebagian di antara mereka malah dihujat habis-habisan oleh netizen.

Siapa sajakah mereka? Liputan6.com mencatat beberapa nama artis tanah air yang sempat melayangkan kritiknya ke Ahok.

 


Ahmad Dhani

Liputan6.com

Musisi Ahmad Dhani memang rajin mengomentari apapun yang menjadi perbincangan publik. Baru-baru ini, suami Mulan Jameela itu mengkritik Gubernur Ahok yang dianggap tidak bisa menyelesaikan kemacetan di Jakarta. Dhani menyindir Ahok melalui media sosial twitter dengan akun @AHMADDHANIPRAST.

"Hok... Lu kalo ga bisa ngatasin kemacetan tol TB Simatupang... Telp gw.. gw tunggu @basuki_btp," kicau Dhani.

Namun, bukannya mendapatkan dukungan, kicauan Dhani malah menuai kecaman dari para netizen lainnya. Misalnya, "@AdikaRanggala apa layak, orang yang tiap anak dikasih satu mobil, nambahin mobil di jalan, lalu teriak-teriak protes macet? Mikir! @AHMADDHANIPRAST".

Lalu, akun @Tifanni_T39 pun membalas kicauan Dhani. "Macet elu ribut, di tol anak lo nabrak orang sampai mati, sekarang anak lo bebas melenggang. Nyawa tuh murah yah?"

Ahok pun menjawab sindiran Dhani dengan santai. "Saya tidak mau kerjanya sepotong-potong. Nggak terima macet? Ya pasti macet, satu tahun motor 2,4 juta (unit) masuk Jakarta. Tiap tahun loh, motor baru lo," ujar Ahok.


Desy Ratnasari

Farhat Abbas [Foto: Panji Diksana/Liputan6.com]

Artis yang juga anggota DPR dari Komisi VIII, Desy Ratnasari juga sempat mengkritik rencana Ahok yang akan memberikan sertifikasi bagi pekerja seks komersial. Menurut Desy, sertifikasi pekerja seks komersial hanya melegalkan oraktek perdagangan manusia.

"Dipandang dari segi kemanusiaan, ini dapat menjadi disahkannya perdagangan manusia (khususnya perempuan -red) oleh Pemprov DKI," ujar Desy beberapa waktu yang lalu.

Politisi yang juga aktris sekaligus penyanyi ini menyebutkan bahwa wacana Ahok tersebut sama saja membuka peluang maraknya perdagangan wanita saat ini. Desy menegaskan, pemberian sertifikasi justru menjadi jalan memenuhi permintaan kegiatan zina itu.

Lanjut Baca:

Selain itu, rencana program yang disampaikan Ahok ini dinilainya akan membuka terang-terangan praktek prostitusi dan pelacuran, terlebih adanya wacana lokalisasi juga. Maka perempuan akan diperjual belikan oleh mucikari di sana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya