Liputan6.com, Surabaya - Jangan heran bila kini banyak polisi wanita atau polwan berpatroli di mal-mal di Surabaya, Jawa Timur. Mereka adalah bagian dari program Patroli Srikandi yang siap melayani para pengunjung mal di Surabaya.
Menurut Kapolrestabes Surabaya Kombes Yan Fitri, program ini adalah pengembangan dari instruksi Mabes Polri, untuk tetap memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dengan terjun langsung ke lapangan.
"Patroli polisi sebagai implementasi untuk menghadirkan negara di tengah-tengah masyarakat, dengan menghadirkan patroli polisi, agar memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat," ucap Yan usai peluncuran Program Patroli Srikandi di Tunjungan Plaza, Surabaya, Jawa Timur, Selasa 18 Agustus 2015.
Yan menjelaskan, Patroli Srikandi merupakan program yang pertama kalinya digelar di Surabaya.
"Inilah yang pertama kali kita hadirkan di Surabaya. Dengan semangat Revolusi Mental dari Bapak Presiden (Jokowi) kita akan menghijaukan Kota Surabaya dengan menghadirkan Patroli Srikandi," imbuh Yan.
Dia membeberkan ada sekitar 120 polwan yang akan diterjunkan sebagai Patroli Srikandi, mulai pagi hingga pukul 21.00 WIB.
"Mereka akan berpatroli di wilayah-wilayah rawan, tapi juga di mal-mal. Tidak hanya patroli dengan roda empat di jalan-jalan, tapi juga dengan segway (otopet listrik) di mal-mal. Mereka tidak hanya dilatih kemampuan bela diri, tapi juga dilengkapi dengan senjata laras panjang," lanjut Yan.
Saat peluncuran program tersebut, beberapa anggota Patroli Srikandi sempat unjuk kemampuan di hadapan para pengunjung Mal Tunjungan Plaza. Mereka memperagakan kemampuan olah senjata tongkat, permainan borgol dan bela diri, serta senam lalu lintas.
Mereka juga memerlihatkan bagaimana menangkap dua pemabuk yang membuat onar di jalanan, maupun di mal-mal.
"Patroli Srikandi dibekali skill, seperti senam lantas, olah permainan tongkat, borgol, kemampuan mengendarai segway dan bela diri untuk mengantisipasi kejahatan jalanan," pungkas Yan Fitri.
Advertisement
Pengamanan Pemilihan Walikota
Sementara 800 personel Polrestabes Surabaya siap mengikuti latihan Pra-Operasi Mantab Praja untuk mengamankan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya pada 9 Desember 2015.
Kepala Bagian Operasional Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Raydian Kokrosono mengatakan personel dibekali selama empat hari, mulai 18 sampai 21 Agustus 2015 agar paham terkait pengamanan Pilkada Surabaya.
"Peserta pengamanan merupakan anggota Polrestabes dan jajaran yang terdiri dari perwakilan polsek-polsek seluruh satuan dan fungsi, khususnya anggota yang bertugas saat Pilkada Surabaya dilaksanakan," tutur Raydian di Surabaya, Selasa 18 Agustus 2015.
Raydian menjelaskan, simulasi tidak hanya dalam pengamanan di tempat pemungutan suara, namun segala bentuk kegiatan menjelang hari pencoblosan, seperti pengamanan unjuk rasa dan pengawalan terhadap calon walikota dan wakilnya.
"Anggota juga mendapat ilmu terkait intelijen, penggunaan senjata dan lainnya. Yang jelas, seluruh kegiatan yang masuk dalam tahapan pilkada akan kami amankan. Ini semua demi terciptanya ketertiban di Surabaya," lanjut Raydian.
"Nantinya setiap tahapan pilkada, mulai dari menjelang, kemudian hari pelaksanaan pencoblosan, hingga selesainya seluruh tahapan, kami sudah siap memberikan rasa aman, baik kepada penyelenggara, peserta maupun warga kota," pungkas Raydian. (Ans/Sss)