Petugas Kewalahan Padamkan Kebakaran Hutan di Jambi

Bantuan pemadaman dari udara diperlukan mengingat beberapa wilayah sulit dijangkau melalui jalur darat dan tidak tersedianya sumber air.

oleh Liputan6 diperbarui 18 Agu 2015, 22:52 WIB
Kebakaran hutan di Indonesia (Reuters)

Liputan6.com, Jambi - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Arif Munandar mengatakan, petugas pemadaman kebakaran lahan dan hutan di Jambi mulai kewalahan memadamkan api karena terus bertambahnya areal yang terbakar.

"Perlu dukungan operasi pemadaman dari udara sebagai aksi cepat," ujar Arif di Jambi, Selasa (18/8/2015).

Bantuan pemadaman dari udara diperlukan mengingat beberapa wilayah seperti di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sulit dijangkau melalui jalur darat dan tidak tersedianya sumber air.

Menurut dia, Manggala Agni, Kodim, dan Koramil serta Masyarakat Peduli Api di masing-masing wilayah di Jambi telah turun tangan untuk memadamkan kebakaran.

"Kami berterima kasih banyak dibantu Kodim, Koramil, Kepolisian, dan masyarakat peduli api, serta Manggala Agni yang turun langsung ke lapangan. Namun, ini semua terbatas dari segi SDM maupun peralatan, ini harus kita dukung dengan operasi udara," kata Arif.

Sementara bantuan pemadaman dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga belum bisa turun ke Jambi, karena belum ada Surat Keputusan Gubernur yang menetapkan siaga darurat kebakaran lahan dan hutan serta kekeringan yang didukung dengan rekomendasi dari kabupaten/kota minimal 2 kabupaten.

"Kita minta kabupaten/kota mengambil langkah-langkah cepat, kita lihat sekarang Kabupaten Muarojambi sudah mengeluarkan SK bahwa mereka telah menyatakan siaga darurat potensi bencana kekeringan dan kebakaran lahan dan hutan yang cukup serius," ujar dia.

"Mereka sudah mengambil langkah-langkah dan mereka sudah mengajukan waterbombing, dana on call, operasi darat dan udara. Namun kabupaten lain belum mengeluarkan SK sehingga SK gubernur untuk diteruskan ke BNPB belum bisa diterbitkan," kata Arif.

Titik Panas Meningkat

Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi, pada Senin kemarin terjadi lonjakan titik panas yang signifikan yang tersebar di wilayah Provinsi Jambi.

Kasi data dan Informasi BMKG Jambi Kurnianingsih menyebutkan, pantauan satelit Terra & Aqua, Selasa pukul 05.00 WIB, terpantau sebanyak 107 hot spot dengan tingkat kepercayaan terjadinya kebakaran 24% hingga 100%.

Dari pantauan satelit itu, titik panas terbanyak berada di Kabupaten Muarojambi yakni 42 titik, 40 di antaranya di Kecamatan Kumpeh sedangkan 2 titik di Kecamatan Sekernan.

Penjabat Gubernur Jambi, Irman mengatakan, Pemprov Jambi siap mengeluarkan SK Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan jika memang sudah sangat dibutuhkan.

"Saya belum dapat laporan, tapi kalau memang diperlukan SK, ya kita akan terbitkan asal proses dan persyaratannya sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan, kita akan terbitkan secepatnya," kata Irman.

Dia menambahkan, pemerintah dan pihak-pihak terkait sudah berupaya untuk mencegah terjadinya kebakaran. Semua unit terkait sudah berupaya maksimal melakukan koordinasi dan komunikasi intensif. (Ant/Ado/Ron)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya