Liputan6.com, Los Angeles Apa sih yang dilakukan sutradara Fantastic Four teranyar, Josh Trank?
Begitulah pertanyaan yang ada di benak banyak orang saat melihat kicauan sang sutradara di akun Twitter-nya. Cuitannya--yang kemudian ia hapus--bukan mempromosikan filmnya, namun justru menjelekkan filmnya sendiri.
Advertisement
Begini ia berkicau di akun Twitter-nya, @joshuatrank: "Setahun lalu saya punya versi fantastis film ini (Fantastic Four). Dan pasti bakal dapat review hebat (kritikus). Tapi kalian mungkin takkan bisa melihatnya. Itu amat disayangkan."
Josh Trank berkicau setelah Fantastic Four versi anyar mendapat komentar buruk dari kebanyakan kritikus. Rating Rotten Tomatoes filmnya hanya mendapat 10 persen, yang artinya sebanyak 90 persen kritikus memberi penilaian buruk. Hal itu tentu amat menyakitkan bagi sutradara yang dipuja bakal punya masa depan cerah usai membesut film superhero Chronicle.
Ia beralasan, adegan film yang menurutnya keren telah dihapus di ruang editing oleh pihak studio, 20th Century Fox.
Baca juga: Adegan Pilihan Sutradara Fantastic Four Dihapus Pihak Studio
Kerugian Bagi Film dan Sutradara
Masalahnya kemudian, dengan komentar jelek dari sutradaranya sendiri di Kamis (6/8/2015) malam, atau satu malam sebelum filmnya edar luas di bioskop Amerika, Jumat (7/8/2015), bagaimana dampaknya pada Fantastic Four?
Studio 20th Century Fox sangat berkepentingan dengan versi anyar Fantastic Four ini. Mereka sengaja me-reboot filmnya dengan bujet US$ 122 juta atau setara Rp 1,6 triliun (plus puluhan juta dolar lagi untuk ongkos marketing).
Pihak Fox tentu berharap dapat penonton banyak dari film tersebut dan ingin terus memegang lisensi hak memfilmkan Fantastic Four. (Sekadar info, Fantastic Four berasal dari komik Marvel. Namun hak memfilmkannya ada pada Fox, bukan pada Marvel Studio milik Disney. Untuk terus bisa memegang lisensi hak memfilmkan, Fox dalam kurun waktu tertentu harus membuat film Fantastic Four. Jika tidak, haknya kembali jatuh ke tangan Marvel.)